Umum  

Anggota DPR Apresiasi Transformasi Digital Waskita

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Transformasi digital PT Waskita Karya Tbk sudah dimulai pada 2016 mendapat apresiasi dari anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN, Mufti Anam. Mufti menyebut transformasi digital adalah hal mutlak yang harus dilakukan di era saat ini.

“Transformasi digital akan membawa perusahaan semakin efisien dan efektif, semakin berdaya saing. Dan itu sudah dilakukan Waskita Karya. Perlu terus dilanjutkan,” ujarnya.

Waskita, lanjut dia, sangat tepat melakukan transformasi digital karena sedang mengalami pertumbuhan yang bagus setelah memperoleh tugas dari pemerintah untuk menuntaskan pembangunan jalan tol, khususnya tol Trans Jawa.

Semua bermula saat pandemi datang di tahun 2020 yang menyebabkan realisasi proyek-proyek yang sudah direncanakan yang tidak berjalan sesuai harapan. Kondisi ini mengharuskan jajaran manajemen Waskita Karya membuat program penyehatan keuangan yang terdiri dari 8 stream. Dari 8 stream itu, salah satu strateginya adalah membuat transformasi bisnis dengan digitalisasi sebagai salah satu pilar transformasi. Digitalisasi dijadikan sebagai salah satu pilar karena keyakinan Waskita Karya bahwa digitalisasi ini akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Mufti mengatakan, sesuai laporan manajemen, dengan ditetapkannya digitalisasi sebagai salah satu pilar transformasi bisnis Waskita Karya, jumlah aplikasi yang dimanfaatkan perusahaan pun berkembang pesat. Dari aplikasi ERP dan dua aplikasi untuk line of business, sampai tahun 2022 ini, digitalisasi di Waskita Karya sudah menghasilkan total 26 aplikasi.

“Kita mengharapkan upaya digitalisasi bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kinerja Waskita,” ujar mantan ketua umum HIPMI Jatim tersebut.

Dalam penjelasan Waskita disebutkan, digitalisasi pada proses bisnis Waskita Karya terbagi dalam empat tahap, yaitu bidding/marketing, engineering, procurement, dan construction. Di proses bidding terdapat winning war room, dengan memanfaatkan aplikasi Welcome. Aplikasi Welcome memuat seluruh data tentang pasar, tender yang diikuti, dan status tender. Melalui winning war room ini, tim marketing dapat berkolaborasi dengan divisi-divisi lain yang terkait proses tender untuk menyiapkan strateginya.

Sebelum ini, koordinasi proses tender, termasuk proses bidding, berlangsung secara parsial. Setelah adanya winning war room ini, pengalaman kami, winning rate Waskita Karya naik, dari maksimal 20%, sekarang hampir menyentuh angka 30%. Jadi dari sepuluh tender yang diikuti, Waskita bisa menang tiga. Sementara dulu hanya satu atau dua tender saja.

Adapun di proses engineering, Waskita Karya memanfaatkan Virtual Desktop Infrastructure (VDI). Dengan VDI, perusahaan tidak perlu lagi menyediakan perangkat keras dengan spesifikasi tinggi dan harga mahal untuk aktivitas tim engineering. Misalnya, perusahaan harus menyediakan laptop berspesifikasi tinggi untuk penggunaan aplikasi Building Information Modelling (BIM) oleh tim engineering yang bertugas di berbagai proyek Waskita Karya.

Ketika perusahaan harus menggarap 100 proyek, bisa dibayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk pembelian laptop. Dengan memanfaatkan VDI, Waskita bisa mengurangi sehingga tinggal 20% (penggunaan perangkat laptop). Ini sangat mengurangi biaya. Dengan cloud-based design dan rendering process, tim engineering bisa melakukan tugasnya menggunakan laptop dengan spesifikasi yang lebih rendah. Bahkan untuk pengerjaan proyek di luar negeri, salah satunya di Sudah Selatan, Waskita Karya akan memanfaatkan VDI.

Sementara untuk kebutuhan procurement, Waskita Karya pada bulan Oktober 2022 lalu meluncurkan aplikasi e-procurement yang dinamai We-Proc. Aplikasi pengadaan ini mewadahi pembeli dan rekanan untuk melakukan pengadaan secara digital. Dengan adanya aplikasi We-Proc, proses procurement kini bisa dilakukan secara tersentralisasi. Manfaat yang diraih adalah skala dan harga yang relatif jauh lebih kompetitif dan compliance yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan untuk proses construction, Waskita Karya memanfaatkan teknologi virtual reality sebagai media koordinasi BIM. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *