DKUPP Gandeng Dekopinda, Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo. Penandatanganan dilakukan saat kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Usaha Koperasi di Ruang PRIC Mal Pelayanan Publik MPP Kabupaten Probolinggo, Selasa (23/6/2026).

Sekitar 60 peserta dari berbagai jenis koperasi hadir. Mulai koperasi sektor riil, KSP, USP, KUD, Kopwan hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih KDKMP.

DKUPP menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan transparansi pengelolaan koperasi dan mendorong digitalisasi usaha. Tujuannya agar koperasi memberi manfaat maksimal bagi anggota melalui laporan keuangan yang terbuka, laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, serta iklim usaha yang komprehensif.

MoU DKUPP-Dekopinda difokuskan untuk mendukung program strategis nasional KDKMP sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Probolinggo. Ruang lingkup kerja sama meliputi pembinaan dan pendampingan KDKMP serta dukungan gerakan koperasi menuju target kemiskinan nol persen.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menegaskan koperasi adalah fondasi ekonomi yang kuat di tengah tantangan global. “Koperasi dibangun dengan semangat gotong royong, kebersamaan dan kemandirian untuk memakmurkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sugeng, MoU ini langkah strategis mempercepat penguatan koperasi, khususnya KDKMP. Kabupaten Probolinggo menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang membuat kerja sama formal pemda-Dekopinda untuk program KDKMP.

Saat ini Probolinggo sudah membentuk 330 KDKMP. Sebanyak 209 koperasi sudah punya bangunan fisik, 153 lainnya masih penyelesaian. Dari total itu, 29 koperasi sudah mulai menjalankan proses bisnis. Pemda menargetkan tahun ini lebih banyak desa menyusun dan menjalankan bisnis sesuai potensi lokal.

Ke depan, kantor koperasi akan jadi pusat ekonomi desa. Layanannya tidak hanya sembako, tapi juga jasa, UMKM hingga kesehatan. DKUPP juga menargetkan tiap pasar tradisional punya koperasi tahun depan untuk membantu pedagang lepas dari pinjaman harian berbunga tinggi.

Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Sugianto menyambut baik kerja sama ini. Dekopinda akan memberi pelatihan bertahap ke pengurus koperasi: jati diri koperasi, manajemen, SDM, pengembangan usaha, sampai digitalisasi. Pelatih akan didatangkan dari Probolinggo dan provinsi.

Pemkab Probolinggo optimistis kolaborasi ini membuat koperasi jadi motor ekonomi kerakyatan, memperkuat kemandirian desa, dan meningkatkan kesejahteraan berkelanjutan. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *