PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kepolisian Resor Probolinggo, Jawa Timur, bersama Universitas Hafshawaty (Unhasa Genggong) kompak menggempur narkoba dan bullying di kalangan pelajar.
Itu setelah Polres Probolinggo menggelar sosialisasi di lembaga di bawah lingkungan pesantren, yang diikuti 200 mahasiswa Unhasa Zainul Hasan Genggong di Aula Hafshawaty, Kamis (17/10/2024).
Sosialiasi ini dihadiri Ketua Senat Dr Abd Aziz Wahab, KBO Satresnaekoba Polres Probolinggo Ipda Riyono, dan sejumlah tenaga pendidik dan pelajar setingkat SLTA di bawah naungan Yayasan Hafshawaty.
Sosialisasi yang digelar oleh Polres Probolinggo di lembaga pesantren tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang bahaya narkoba dan bullying.
Dengan melibatkan 200 mahasiswa Unhasa Zainul Hasan Genggong, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Penyuluhan semacam ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan untuk menghadapi dan mencegah masalah tersebut. Upaya seperti ini sangat vital dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi generasi muda.
Riyono mengatakan, bahaya penggunaan narkoba di kalangan remaja, khususnya mahasiswa, dapat mengubah perilaku mereka secara signifikan. Hal ini membuat mereka lebih rentan untuk terlibat dalam tindakan kekerasan.
“Dengan beredarnya berbagai produk narkoba yang sangat berbahaya, penting bagi mahasiswa untuk menyadari dampak negatifnya dan mengambil langkah proaktif untuk mencegah penyalahgunaan. Kesadaran dan pendidikan yang tepat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung perkembangan positif di kalangan remaja,” ujar Riyono.
Sedangkan perilaku bullying sangat merugikan bagi orang lain, sehingga seseorang dapat memiliki suatu trauma bahkan ketidakmampuan dalam mencapai prestasi.
“Kedua hal di atas sebaiknya dihindari oleh para kalangan remaja terlebih mahasiswa yang sangat mempengaruhi akan prestasi masa depan mereka,” tandas Riyono.
Sementara Aziz menekankan pentingnya menjauhi narkoba dan fokus pada pencapaian prestasi. Ia mengajak semua santri untuk bersama-sama menjaga diri agar tidak terlibat dalam bullying, yang dapat merugikan orang lain.
Dengan semangat positif, diharapkan para mahasiswa dapat berkontribusi pada komunitas yang lebih baik.
“Jauhi narkoba dan gapai prestasi, serta mari kita bersama santri menjaga agar diri tidak melakukan kegiatan bullying yang sangat merugikan,” tukas Aziz. ig/fa












