PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar Pengukuhan dan Peluncuran Satuan Tugas Kota Probolinggo Cegah dan Tangani Perundungan dan Kekerasan di Satuan Pendidikan Pemerintah Kota Probolinggo (Gaspro Cetar Perkasa), Jumat (28/6/2024).
Bertempat di aula Disdikbud, pengukuhan dan peluncuran itu dilakukan langsung oleh Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis.
Dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo, drg Ninik Ira Wibawati, 40 undangan, dan 110 Satgas PAUD serta 95 Satgas SD dan SMP mengikuti secara daring. Sehingga total ada 205 orang yang mengikuti secara daring.
Pj Wali kota juga menjadi narasumber dalam kegiatan itu. Selain itu, Disdikbud menghadirkan Kanit PPA Polres Probolinggo Kota, Ipda Fitriawati untuk menjadi narasumber mewakili Wakapolres.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah menyampaikan dalam sambutannya, Satgas ini bertujuan untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan di satuan pendidikan dari tingkat PAUD, SD hingga SMP.
Program ini diluncurkan sebagai respons terhadap hasil survei yang menunjukkan bahwa 22,4 persen satuan pendidikan secara nasional, termasuk di Probolinggo, mengalami perundungan dan kekerasan.
"Pengukuhan ini diharapkan dapat mengoptimalkan implementasi Gaspro Cetar Perkasa di jenjang PAUD, SD, dan SMP dengan tujuan utama menurunkan angka perundungan hingga mencapai 0 persen. Dalam acara tersebut, Disdikbud mengajak kerja sama lintas sektoral dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Polres, Dinas Sosial, serta pihak terkait lainnya," ujar Romlah.
Romlah melaporkan bahwa Kota Probolinggo telah mencapai 100 persen pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan di jenjang SD dan SMP, serta 93 persen di jenjang PAUD.
Selain itu, telah dibuat peta wilayah yang menunjukkan zona hijau, kuning, dan merah untuk intervensi kekerasan dan perundungan bersama lintas sektoral.
Tugas utama satgas ini adalah melakukan mitigasi risiko terhadap perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pj Wali Kota Probolinggo menekankan pentingnya sinergi antar lembaga untuk mencegah kekerasan di satuan pendidikan.
Menurut Nurkholis, niatan dan keinginan bersama untuk mencegah kekerasan sangat penting. Ia pun mengapresiasi langkah awal ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Probolinggo.
"Sebagai langkah awal, pemasangan CCTV di sekolah-sekolah juga bisa diterapkan agar dapat membantu mencegah terjadinya perundungan," kata Nurkholis.
Ia juga mengimbau guru untuk lebih peka terhadap tanda-tanda perundungan pada siswa, seperti perubahan perilaku menjadi murung atau ketakutan untuk mengadu.
Selain itu, penting bagi anak-anak untuk diajarkan cara berkomunikasi yang baik dengan teman-temannya.
Sementara itu, Kanit PPA, Ipda Fitriawati dalam kesempatan tersebut menjelaskan berbagai bentuk perundungan yang terjadi.
"Kami juga siap untuk menerima konsultasi dari satgas seputar Gaspro Cetar Perkasa," katanya.
Fitriawati juga mengingatkan bahwa kasus perundungan sangat marak dan perlu penanganan serius dari semua pihak.
Dengan pengukuhan dan peluncuran ini, diharapkan Gaspro Cetar Perkasa dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan serta perundungan di Kota Probolinggo.
Logo Gaspro Cetar Perkasa
Acara ini juga menjadi momentum untuk meluncurkan logo Gaspro Cetar Perkasa.
Menurut Kadisdikbud Romlah, logo ini dibentuk dari tiga elemen, yaitu kubus, lingkaran, dan orang, yang masing-masing menggambarkan semangat pencegahan dan penanganan kekerasan serta perundungan untuk melahirkan generasi berkarakter.
Kubus melambangkan keteraturan, kekuatan, dan stabilitas dalam pencegahan.
Orang menggambarkan aspek sosial dan komitmen terhadap hubungan antar manusia yang positif.
"Lingkaran merepresentasikan sila dalam Pancasila yang memperkuat profil pelajar Pancasila dan melibatkan unsur-unsur stakeholder seperti siswa/masyarakat, guru/sekolah, Disdikbud, Dinsos PPPA, dan Dinkes P2KB," ig/fat












