PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua KPU Kota Probolinggo mengejar gelar profesor usai lengser dari posisinya bulan depan. Bahkan, Hudri melihat perkembangan terkait kansnya dalam Pilwali 2024.
Tak terasa sudah 10 tahun Dr HA Hudri menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo, Jawa Timur. Mulai 2014 hingga 2024.
Pada 13 Juni 2024, masa bakti Hudri akan berakhir sebagai pimpinan penyelenggara pemilu. Saat ini sedang berlangsung seleksi calon komisioner KPU periode 2024-2029.
Lantas ke mana Hudri akan berlabuh setelah tak lagi menjadi komisioner?
“Saya akan mengajar di kampus, rencananya kampus di dua kota,” kata Hudri saat ditemui di Bale Hinggil, Kota Probolinggo, Sabtu (4/5/2024).
Selain back to campus, aktivis Nahdlatul Ulama berusia 52 tahun ini berencana mengejar gelar profesor atau guru besar. Dunia akademik tidak bisa jauh dari kehidupan Hudri.
Saat ini Hudri sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
“Semua sedang dipersiapkan, dan sedang dalam proses,” tegas Hudri.
Kepada para komisioner selanjutnya, Hudri berpesan agar menjaga marwah KPU dan membangun iklim yang stabil dan kondusif.
“Saya berupaya membangun suasana yang kondusif dan stabil dalam kerja-kerja KPU selama ini. Ada riak-riak maupun konflik kecil harus diselesaikan. Kerja yang diwarnai konflik tidak baik,” tutur Hudri.
Di sisi lain, ditanya mengenai rumor dirinya bakal maju dalam pilwali kota Probolinggo 2024, Hudri awalnya tersenyum.
Namun dengan wajah serius, dia kemudian menegaskan bahwa masih melihat perkembangan.
“Saya lihat perkembangan. Tapi saya tidak punya modal finansial. Tapi yang perlu menjadi catatan, modal finansial bukan yang paling utama. Bisa bisa juga memenangi kontestasi Pilkada tanpa mengeluarkan banyak uang, ada contohnya,” tukas Hudri yang gemar menulis artikel kepemiluan. ig/fa












