PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dalam menghadapi tantangan mendidik anak di era digital, dua ahli psikologi, Ummil Atiqoh dan Inayah menekankan pentingnya menerapkan pola asuh yang tepat.
Menurut mereka, pola asuh tidak hanya sekadar memberikan aturan, tetapi juga melibatkan aspek cinta dan keteladanan.
"Anak juga perlu didoakan, ditirakati dan dibacakan surat Al-Fatihah dan Luqman agar menjadi anak Soleh dan berbudi pekerti yang baik," tandas Inayah.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Workshop Parenting dengan tema Mendidik Anak dengan Hati di Dunia Digital di SDN Kebonagung I Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (21/1/2024). Acara ini, didukung oleh PT PLN Nusantara Power UP Paiton.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu orang tua mendidik anak di era digital:
1. Responsiveness yang Berkesan
Pertama-tama, responsivitas orang tua terhadap anak perlu diperhatikan. Menyediakan dukungan, kehangatan, dan afeksi menjadi landasan penting. Dalam konteks digital, responsivitas mencakup pemahaman terhadap kegiatan online anak. Komunikasi terbuka dan mendengarkan dengan penuh perhatian akan membangun hubungan yang kuat.
2. Menetapkan Batasan dengan Bijak
Penting bagi orang tua untuk menetapkan batasan yang jelas terkait penggunaan teknologi. Berdasarkan jenis-jenis pola asuh, tipe Demokratis (Authoritative) yang menawarkan aturan yang jelas sambil memberikan ruang untuk anak berekspresi, dapat menjadi pilihan yang seimbang. Menentukan waktu penggunaan gadget dan menegaskan aturan-aturan ini dapat membantu anak memahami batasan dengan baik.
3. Menjadikan Pola Asuh Demokratis sebagai Pilihan Utama
Tipe pola asuh demokratis membawa dampak positif pada perkembangan anak. Memantau dan menetapkan standar perilaku yang jelas, tetapi tetap memberi ruang ekspresi, menciptakan anak yang bertanggung jawab dan memiliki kemampuan sosial yang baik. Selain itu, komunikasi yang baik dan kasih sayang menjadi kunci dalam membentuk kepribadian anak.
4. Mewaspadai Dampak Pola Asuh Lainnya
Pola asuh otoriter dan permissif dapat membawa dampak negatif pada anak. Anak-anak yang diberikan pola asuh otoriter cenderung menjadi pasif, insecure, dan mudah frustasi. Sementara itu, pola asuh permissif dapat menghasilkan anak yang kurang mandiri, kurang memiliki kontrol diri, bahkan rentan terhadap perilaku anti-sosial.
Dalam merespons dinamika era digital, pola asuh memegang peran penting. Dengan menerapkan pola asuh yang sesuai, orang tua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang cerdas, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan di era digital dengan bijak. ig/fat












