Tanggal 16 Oktober 2026, Dee Lestari dan Andini Efendi Bakal Sambangi Pekan Literasi di Kota Malang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberikan juara kepada salah satu peserta lomba dalam kegiatan Pekan Literasi Kota Malang Tahun 2026 di Kantor Dispussipda Kota Malang pada Rabu (14/10/2026).

MALANG, BERITAKATA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) resmi membuka ajang Pekan Literasi Kota Malang Tahun 2026 di Kantor Dispussipda Kota Malang pada Rabu (14/10/2026). Mengusung tema “Menguatkan Ekosistem Literasi Menuju Kota Malang Mbois Berkelas”, kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari hingga 16 Oktober 2026 dan didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang.

Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Dispussipda Kota Malang Yayuk Hermiati, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), finalis lomba beserta guru pendamping, pegiat literasi, komunitas, insan pendidikan, mitra usaha, UMKM binaan dinas, serta para penerbit buku.

Rangkaian kegiatan Pekan Literasi Kota Malang 2026 yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 Oktober 2026 ini akan menghadirkan penulis sekaligus musisi nasional ternama, Dewi Lestari (Dee), pencipta karya populer Malaikat Tak Bersayap dan juga jurnalis independen Andini Efendi. Kedua sosok perempuan tersebut akan hadir dalam talkshow bedah buku Aroma Karsa pada 16 Oktober 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Masyarakat yang ingin datang dapat memantau Instagram @perpusbimalang untuk tata cara pendaftaran karena kuota peserta terbatas.

Lebih lanjut, dalam sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa kemajuan sebuah kota tidak dapat diukur hanya dari megahnya pembangunan fisik dan infrastruktur. Lebih dari itu, kemajuan daerah harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui penguatan budaya literasi.

“Berbicara tentang kemajuan Kota Malang, tentu tidak bisa hanya melihat megahnya pembangunan fisik dan infrastruktur. Lebih dari itu, kemajuan kota harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul. Di sinilah literasi berperan penting, bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun pola pikir kritis, kreativitas, inovatif, dan bijak dalam menyikapi perkembangan zaman,” ujar Wahyu Hidayat, Rabu (14/10/2026).

Wahyu memaparkan, komitmen tersebut diwujudkan melalui salah satu program dasa bakti unggulan Pemkot Malang, yakni Ngalam Pinter, yang bertujuan memperluas akses pendidikan dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan bacaan. Sejumlah capaian kinerja dan program strategis Pemkot Malang di bidang literasi yakni standarisasi perpustakaan sekolah atau Kota Malang mencatatkan capaian tertinggi di Jawa Timur, di mana 396 dari 404 perpustakaan tingkat SD dan SMP (sekitar 99 persen) telah melaksanakan standarisasi. Kemudian, akreditasi perpustakaan yakni sebanyak 23 perpustakaan SD dan SMP di Kota Malang telah berhasil meraih akreditasi A guna mendongkrak mutu layanan.

Selain itu, perluasan perpustakaan kelurahan atau pada tahun 2025 telah dirintis 20 perpustakaan kelurahan, dan pada tahun 2026 kembali dirintis 15 perpustakaan kelurahan baru yang memperoleh dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Selanjutnya, perluasan akses bahan bacaan atau pemerintah menghadirkan Pojok Baca Digital di Taman Slamet, layanan perpustakaan di Malang Creative Center (MCC), Pojok Baca Merdeka di Mall Pelayanan Publik (MPP), hingga aplikasi perpustakaan digital Malang Chillin Boys.

Wahyu juga menyoroti posisi strategis Gedung Perpustakaan Umum Kota Malang di kawasan Ijen Boulevard yang berada tepat di jantung lokasi kegiatan Car Free Day (CFD). Ia menilai gedung perpustakaan perlu bertransformasi menjadi ruang publik yang terbuka, nyaman, dan menarik minat kunjungan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Saat saya masuk pun, itu kesannya masih formal, masih kesan kantor, bahwa sekarang anak-anak sekarang apabila ingin masuk ke kantor mesti mikir, tapi kalau masuk ke mall mereka disuruh milih. Nah, itulah maka saya ingin membuat satu daya tarik tersendiri di perpustakaan ini,” kata Wahyu.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut, Wahyu memberikan arahan kepada Dispussipda dan Sekretaris Daerah agar jam operasional perpustakaan diperpanjang. Layanan perpustakaan diminta untuk dibuka hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja, serta dibuka pada hari Minggu guna melayani masyarakat yang memadati kawasan Car Free Day.

“Banyak yang DM saya, itu kalau siang itu kerja, tapi kalau malam ingin masuk perpustakaan berkali-kali, tapi sudah tutup. Nah nanti ini PR-nya kepala dinas, nanti Pak Sekda dipikir, agar jam bukanya paling tidak sampai dengan jam 9 malam. Kemudian yang kedua, hari Minggu. Hari Minggu tutup, padahal Car Free Day ini, apabila kita buka, orang-orang yang menikmati Car Free Day juga akan bisa datang ke sini untuk bisa membaca dan menikmati Ijen Boulevard dari ketinggian lantai 2, lantai 3, hingga rooftop lantai 4,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, dalam laporan resminya mengatakan bahwa Pekan Literasi Kota Malang 2026 disandarkan pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan, serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dispussipda Kota Malang tahun 2026.

“Pekan Literasi Kota Malang tahun 2026 dimaksudkan sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, kreatif, inovatif, dan berkelanjutan di Kota Malang,” ungkap Yayuk.

Yayuk melaporkan bahwa sebelum pembukaan resmi hari ini, rangkaian acara telah diisi dengan berbagai kegiatan pra event, di antaranya lomba bertutur (mendongeng) tingkat pelajar, lomba perpustakaan kelurahan, lomba video konten, serta bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan. Buku hasil karya kepenulisan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam acara pembukaan.

Pembiayaan kegiatan bersumber dari dana bantuan pengembangan program perpustakaan daerah serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2026. Yayuk juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kantor Bank Indonesia Perwakilan Malang dalam menutupi kebutuhan atribut kegiatan yang tidak tercakup dalam ketentuan DAK Nonfisik.

Melalui penguatan ekosistem literasi ini, Pemkot Malang berharap perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat literasi digital, kurator informasi terpercaya, serta ruang dialog untuk membentengi masyarakat dari dampak negatif era digital seperti berita bohong (hoax), judi online, perundungan, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) demi mewujudkan masyarakat Kota Malang yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing menuju Mbois Berkelas. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *