BATU, BERITAKATA.id – Lembaga konservasi ex-situ Batu Secret Zoo (Jawa Timur Park 2) mencatatkan penambahan populasi satwa. Sebanyak enam ekor anakan satwa dari berbagai spesies berhasil lahir dengan selamat.
Capaian ini menjadi penanda bahwa program manajemen reproduksi, pemenuhan nutrisi, layanan kesehatan, hingga pengondisian habitat di Batu Secret Zoo berjalan efektif.
General Manager Jawa Timur Park 2, Agus Mulyanto, menjelaskan bahwa proses penangkaran ini membutuhkan sinergi berkelanjutan antara tim dokter hewan, animal keeper, dan tenaga teknis.
“Setiap kelahiran satwa merupakan kabar yang sangat membahagiakan sekaligus menjadi indikator bahwa pengelolaan satwa di Batu Secret Zoo berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari komitmen kami dalam menerapkan standar kesejahteraan satwa melalui pemenuhan nutrisi, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengelolaan habitat yang sesuai, serta pendampingan intensif selama masa reproduksi hingga pasca kelahiran,” kata Agus pada Rabu (12/8/2026).
Rangkaian kelahiran beruntun tersebut sepanjang periode Mei hingga Juni 2026. Dimulai pada 28 Mei 2026 dengan lahirnya seekor Nilgai. Selanjutnya, lahir seekor Nile Lechwe pada 6 Juni 2026, diikuti seekor Zebra pada 7 Juni 2026. Koleksi primates juga bertambah lewat kelahiran seekor Bekantan pada 12 Juni 2026 dan seekor Mona Monkey pada 13 Juni 2026. Periode ini ditutup dengan kelahiran dua anak Nilgai kembar (Nilgai Twins) pada 29 Juni 2026.
Agus menambahkan, kesuksesan pengembangbiakan ini menegaskan peran penting lembaga konservasi ex-situ dalam menjaga keberlangsungan populasi satwa, terutama spesies yang terancam punah di habitat aslinya.
“Tingginya perhatian masyarakat terhadap satwa menjadi momentum positif untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya konservasi. Kami berharap keberhasilan ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi Batu Secret Zoo, tetapi juga dapat mengedukasi masyarakat bahwa konservasi membutuhkan komitmen jangka panjang, kolaborasi, dan pengelolaan yang bertanggung jawab,” lanjutnya.
Saat ini, seluruh anakan satwa baru tersebut berada di bawah pengawasan ketat tim medis dan perawat satwa. Pemeriksaan dilakukan secara berkala guna memantau perkembangan fisik, pola menyusu, perilaku harian, serta proses adaptasi dan interaksi anak dengan induknya.
Sebagai kawasan wisata edukasi berbasis konservasi modern, Batu Secret Zoo merancang habitat buatan menyerupai lingkungan alami satwa. Langkah ini bertujuan agar pengunjung tidak sekadar berekreasi, tetapi juga memahami pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati dan peran aktif manusia dalam menjaga ekosistem. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












