Dishub Kota Malang Siapkan 80 Armada Angkutan untuk 15 Rute Pelajar

Salah satu angkot di Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG, BERITAKATA.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyediakan 80 armada angkutan pelajar untuk memfasilitasi transportasi siswa ke sekolah. Puluhan kendaraan tersebut akan beroperasi melintasi 15 rute yang tersebar di wilayah Kota Malang.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyebutkan bahwa pemetaan trayek ini merupakan hasil evaluasi daerah-daerah yang minim akses transportasi. Dari total 15 rute yang disiapkan, tiga hingga empat di antaranya adalah rute baru yang dirancang khusus untuk menjangkau sekolah tanpa akses angkutan umum.

“Ada penambahan sekitar tiga atau empat rute menuju sekolah-sekolah SMP yang sebelumnya belum memiliki jalur angkutan,” ujar pria yang akrab disapa Jaya tersebut pada Jumat (17/6/2026).

Secara regulasi, Peraturan Wali Kota (Perwal) yang menjadi payung hukum program angkutan pelajar ini telah selesai disusun dan sedang dalam tahap menunggu pengundangan. Peluncuran operasional ditargetkan berlangsung pada Juli 2026, menyesuaikan dengan momentum dimulainya tahun ajaran baru.

“Mudah-mudahan kita upayakan mulai di tahun ajaran baru. Karena kita targetnya memang bulan Juli ini sudah launching,” tambah Jaya.

Mengenai sistem operasional, armada angkutan ini disesuaikan dengan jam belajar mengajar. Kendaraan akan mulai bersiaga di titik kumpul sejak pukul 05.00 WIB dan melayani siswa hingga waktu pulang sekolah. Pada masa libur sekolah, ke-80 armada tersebut akan beralih fungsi kembali menjadi angkutan kota (angkot) reguler.

Pembentukan rute ini menggunakan sistem integrasi. Dishub menggabungkan jalur yang sudah ada dengan trayek-trayek baru agar cakupan wilayah menjadi lebih luas.

“Yang kita lakukan adalah mengombinasikan jalur bus sekolah, memanfaatkan jalur angkutan kota yang sudah ada, lalu menambah jalur ke sekolah yang belum memiliki layanan angkutan,” jelas Jaya.

Secara fisik, kendaraan akan dipasangi stiker khusus sebagai identitas angkutan pelajar. Selain itu, proses naik-turun penumpang diatur secara ketat; siswa hanya diperbolehkan naik dan turun di area depan sekolah atau di titik pemberhentian resmi yang telah ditentukan oleh Dishub.

Dishub Kota Malang telah merinci jalur operasional angkutan pelajar menjadi beberapa wilayah:

Wilayah Barat: Melayani jalur dari Sumbersari, Merjosari, Joyogrand, dan Villa Bukit Tidar menuju SMPN 25 Malang. Terdapat pula rute dari Bandulan, Mulyorejo, Budi Utomo, dan Jurang Wugu menuju SMPN 30 Malang.

Wilayah Timur dan Selatan: Menjangkau area Madyopuro, Lesanpuro, KH Malik Dalam, Wonokoyo, hingga Tlogowaru menuju SMPN 23 Malang. Selain itu, ada trayek yang menghubungkan Tlogowaru, Kedungkandang, Madyopuro, Ki Ageng Gribig, dan Danau Toba menuju kawasan pusat kota.

Wilayah Utara: Melintasi Purwantoro, Ciliwung, Cengger Ayam, Kendalsari, Soekarno-Hatta, Candi Panggung, Sudimoro, dan Borobudur menuju SMPN 11 Malang. Rute lain melayani kawasan Madyopuro, Wisnuwardana, Terusan Sulfat, dan Pandanwangi menuju SMPN 22 dan SMPN 24.

Koridor Lainnya: Menghubungkan jalur Tlogomas–Dinoyo–Sumbersari–Veteran hingga kawasan Tugu. Tersedia juga rute dari Tlogowaru melewati Gadang, Sukun, Kasin, Mergan, Dieng, dan Veteran menuju pusat Kota Malang.

Untuk menunjang kelancaran, Dishub telah memetakan lokasi titik henti strategis yang meliputi:

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang (Jalan Veteran)

Lapangan Merjosari

Taman Krida Budaya dan Malang Town Square (Matos)

Perpustakaan Kota Malang dan Halte Tugu

SPBU Tlogomas, Kawasan Gadang, dan Tlogowaru

Area Sekolah: SMPN 10, SMPN 11, SMPN 22, SMPN 23, SMPN 24, SMPN 25, SMPN 27, SMPN 30, SMAN 1, dan SMAN 4.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *