MALANG, BERITAKATA.id – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan memborong dua gelar juara dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan di Universitas Jember (Unej) pada Kamis hingga Minggu (1–4/10/2026).
Prestasi ini sekaligus mengukuhkan dominasi UM yang berhasil mempertahankan gelar juara selama delapan tahun berturut-turut. Dua penghargaan tersebut disumbangkan oleh Semeru Team I dan Semeru Team II melalui inovasi kendaraan berbahan bakar etanol.
Semeru Team I sukses mengamankan Juara 1 pada Kategori Prototype MPD Etanol, yang memperpanjang rekor kemenangan beruntun UM di posisi puncak selama delapan tahun. Sementara itu, Semeru Team II mencatatkan peningkatan prestasi dengan meraih Juara 2 pada Kategori Urban Concept MPD Etanol, naik satu peringkat dari posisi ketiga pada tahun sebelumnya.
Dosen Pembimbing Semeru Team I, Ir. Avita Ayu Permanasari, S.T., M.T., menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai faktor teknis dan non-teknis. Selain desain kendaraan, faktor penentu kemenangan tim meliputi kedisiplinan, kekompakan, dan proses optimasi yang terukur. Timnya secara khusus menganalisis hasil uji coba untuk menyelaraskan performa mesin dengan tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar etanol.
“Hasil ini membuktikan bahwa riset serta pengembangan kendaraan hemat energi berbasis bahan bakar terbarukan yang dilakukan mahasiswa UM memiliki daya saing yang sangat tinggi di tingkat nasional,” ujar Avita.
Perkembangan positif juga disoroti oleh Dosen Pembimbing Semeru Team II, Ir. Yahya Zakaria, S.T., M.T. Ia memaparkan bahwa persiapan tim telah dilakukan jauh hari sebelum kompetisi berlangsung.
Tahapan persiapan tersebut mencakup perancangan struktur dan bodi kendaraan, penyesuaian sistem penggerak berbahan bakar etanol, hingga pengujian berkala. Uji coba ini berfungsi untuk memastikan keandalan komponen, meningkatkan efisiensi, sekaligus mematangkan kesiapan pengemudi dan tim teknis di lapangan.
“Capaian yang luar biasa karena kita sudah bisa naik level dari posisi tiga di tahun lalu,” kata Yahya.
Secara kelembagaan, inovasi teknologi bahan bakar alternatif yang dikembangkan oleh Semeru Team UM berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi ini mendukung penerapan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Ke depannya, pihak kampus dan tim menargetkan agar riset mobil hemat energi ini tidak berhenti sebatas pada kompetisi mahasiswa. UM akan terus mendorong riset berkelanjutan agar inovasi kendaraan etanol tersebut dapat dikembangkan menjadi teknologi terapan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












