Pengabdian UIN Madura Tembus Panggung Nasional, Inovasi Desa Pegantenan Raih Mandaya Awards

Potret Rektor UIN Madura saat Puncak Penganugerahan Mandaya Awards 2026

PAMEKASAN, BERITAKATA.id – Kontribusi perguruan tinggi dalam membangun kemandirian masyarakat mengantarkan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura meraih penghargaan nasional Mandaya Awards 2026. Melalui program pemberdayaan Desa Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, UIN Madura menempati posisi kelima kategori Perguruan Tinggi Negeri bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) penerima penghargaan tersebut, Selasa (27/10/2026).

Penghargaan itu diterima langsung Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., dalam puncak penganugerahan Mandaya Awards 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan. Ajang yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia tersebut memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi terhadap pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Prestasi UIN Madura berangkat dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Mitra yang dilaksanakan Fithriyah Rahmawati, M.Pd., bersama tim pada 2024–2026. Program bertajuk “Dari Potensi Desa Menuju Ekosistem Ekonomi Desa: Transformasi Pemberdayaan Desa Pegantenan 2024–2026” itu berupaya mengembangkan potensi lokal agar dapat menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi desa.

Program tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pengembangan desa. Melalui pendampingan berbasis potensi lokal, tim berupaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan warga, sehingga pemberdayaan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat dan keberlanjutan ekonomi.

Keberhasilan program tersebut membawa UIN Madura melewati tahapan seleksi hingga masuk jajaran penerima penghargaan nasional. Capaian ini sekaligus memperlihatkan ruang kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial melalui penerapan tridarma, terutama pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UIN Madura, Saiful Hadi, menyampaikan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja tim yang menjalankan program pemberdayaan di Desa Pegantenan. Ia mengapresiasi dedikasi Fithriyah Rahmawati bersama tim yang telah membawa nama institusi ke tingkat nasional.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UIN Madura. Kami menyampaikan apresiasi kepada Fithriyah Rahmawati bersama tim yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi melalui program pemberdayaan masyarakat di Desa Pegantenan. Menjadi satu-satunya PTKIN yang meraih penghargaan Mandaya Awards 2026 merupakan pencapaian yang sangat berarti sekaligus bukti bahwa pengabdian yang dilakukan UIN Madura mendapat pengakuan di tingkat nasional,” ungkapnya.

Menurut Saiful, capaian tersebut perlu menjadi dorongan bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan program pengabdian yang memberikan manfaat nyata. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus membantu masyarakat mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Pengabdian kepada masyarakat harus mampu mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang memberikan manfaat nyata. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kita ingin membangun kemandirian desa secara berkelanjutan. Inilah semangat pengabdian berdampak yang terus kita dorong di UIN Madura,” tambahnya.

Bagi UIN Madura, pengalaman di Desa Pegantenan menjadi salah satu pijakan untuk mengembangkan model pengabdian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara akademisi dan warga menjadi bagian penting agar potensi desa dapat dikembangkan secara terarah serta memberi manfaat dalam jangka panjang.

Mandaya Awards merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kontribusi berbagai pihak dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Penghargaan tersebut juga berkaitan dengan agenda percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Capaian nasional ini diharapkan memperkuat langkah UIN Madura dalam memperluas pengabdian berbasis riset, inovasi, dan potensi lokal. Pengalaman pemberdayaan di Pegantenan juga diharapkan menjadi referensi bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan program serupa di berbagai wilayah Madura, dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai dasar pelaksanaan. ig/an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *