PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo menggelar Dies Maulidiyah IX dan Wisuda ke-9 Program Diploma, Sarjana, dan Magister dengan melepas 1.195 wisudawan, Minggu (25/10/2026).
Wisuda yang mengusung tema “Berdampak, Menebar Manfaat untuk Umat” tersebut menjadi penegasan komitmen UNUJA sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang mengintegrasikan keunggulan akademik dan pengabdian masyarakat.
Rektor UNUJA KH Dr. Najiburrohman Wahid menegaskan, kemajuan universitas tidak cukup diukur dari pertumbuhan jumlah mahasiswa, akreditasi, maupun publikasi ilmiah, tetapi harus bermuara pada kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Universitas yang besar bukan hanya universitas yang namanya dikenal luas, melainkan universitas yang kehadirannya benar-benar dibutuhkan dan berdampak nyata bagi perbaikan kualitas hidup bersama,” tegasnya.
Adapun 1.195 wisudawan yang dilepas berasal dari lima fakultas dan Pascasarjana, dengan rincian Fakultas Agama Islam 453 orang, Fakultas Kesehatan 88 orang, Fakultas Sosial dan Humaniora 196 orang, Fakultas Teknik 351 orang, serta Pascasarjana 107 orang.
Pada kesempatan tersebut, UNUJA juga mencatat capaian peningkatan program studi berpredikat Unggul dari lima prodi pada 2025 menjadi delapan prodi pada 2026, yakni S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, S1 Manajemen Pendidikan Islam, S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Pendidikan Bahasa Arab, S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, S1 Ekonomi, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan S1 Pendidikan Matematika.
Selain itu, UNUJA meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Klaster Madya untuk kinerja penelitian dan pengabdian dari LLDIKTI Wilayah VII 2025, Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025 kategori Pengabdian kepada Masyarakat, serta lima penghargaan Arjunu Award 2026 atas pengelolaan jurnal ilmiah terakreditasi Sinta 1 dan Sinta 2.
Dari total 184 dosen tetap, sebanyak 123 dosen atau 67 persen telah tersertifikasi. Saat ini tiga dosen menempuh studi doktoral di Jepang dan UNUJA telah memiliki guru besar yakni Prof. Dr. H. Hasan Baharun, http://M.Pd.
Rektor menambahkan, pengembangan pendidikan berbasis luaran (Outcome-Based Education) dan program MBKM Santri Mengabdi menjadi wujud komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak. Pada 2026, sebanyak 17 mahasiswa ditempatkan di Lampung, Manado, Wakatobi, Ternate, Bali, hingga Malaysia dan Thailand. ig/fa












