Cerita Rendy Nekat Buka Bengkel Khusus Sepeda Motor Listrik di Kota Malang

Pendiri Elektra Motor, Rendy Vananda Audi yang berlokasi di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG, BERITAKATA.id – Keberadaan bengkel khusus sepeda motor listrik di Kota Malang, Jawa Timur, masih tergolong jarang. Disisi lain, tren penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan di tengah masyarakat.

Di tengah tantangan tersebut, kehadiran Elektra Motor yang berlokasi di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, busa menjadi solusi bagi para pemilik sepeda motor listrik maupun masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan elektrik.

Bengkel yang dikelola oleh modifikator spesialis sepeda motor listrik, Rendy Vananda Audi, melayani berbagai kebutuhan mulai dari perawatan rutin, servis, hingga jasa konversi resmi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Rendy menyampaikan, populasi pengguna sepeda motor listrik di Malang mengalami lonjakan yang cukup terasa. Ia memperkirakan pertumbuhan populasi kendaraan listrik di wilayah ini meningkat sekitar 30 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan awal pendirian usaha yang hanya melayani 10 hingga 15 unit per bulan.

“Kalau dari 2025 ke 2026, populasinya mungkin di Malang ini estimasi saya nambah sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya. Untuk servis, sekarang sekitar 55 sampai 60 unit sebulan,” ujar Rendy saat ditemui di bengkelnya pada Jumat (16/10/2026).

Ketertarikan Rendy pada dunia sepeda motor listrik bermula dari rasa penasaran pada akhir 2018 setelah menyaksikan ulasan video otomotif. Berbekal latar belakang kegemarannya pada dunia teknologi informasi (IT) serta hobi merakit komputer, pria berusia 31 tahun ini mempelajari skema kelistrikan kendaraan secara otodidak.

Mulai dari membongkar unit-unit awal seperti ECGO hingga merek Uwinfly, Rendy terus mengeksplorasi keahlian teknisnya hingga mendirikan Elektra Motor. Kiprahnya di dunia otomotif listrik juga dibuktikan melalui berbagai prestasi di ajang balap drag, seperti kemenangan di Kanjuruhan pada Juli lalu, serta perannya sebagai mentor mahasiswa teknik di Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) yang berhasil menjuarai Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) dan ajang PLN ICE.

Tidak hanya berpengalaman, bengkelnya juga telah mengantongi sertifikasi resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak 2021 untuk layanan konversi kendaraan.

“Jadi bengkel saya ini resmi untuk konversi mas dari bensin ke listrik,” tegasnya.

Selain melayani perbaikan dan perawatan harian dengan biaya servis pemeriksaan mulai dari Rp80 ribu dan perawatan dinamo sekitar Rp490 ribu, Elektra Motor menjadi rujukan utama bagi masyarakat yang ingin mengubah motor bensin (Internal Combustion Engine) menjadi kendaraan listrik penuh (Electric Vehicle).

Proses konversi yang dikerjakan meliputi pelepasan mesin bawaan pabrik secara menyeluruh, penyesuaian rangka, hingga pembuatan dudukan komponen agar selaras dengan sistem penggerak elektrik. Berbagai jenis kendaraan umumnya di pasaran pernah ditangani, mulai dari Honda PCX, Honda Forza, Yamaha XMax, Yamaha NMax, hingga Vespa Sprint.

Mengenai biaya, tarif konversi bervariasi mulai dari Rp20 juta, dengan rata-rata pengerjaan di kisaran Rp50 juta bergantung pada tingkat kesulitan dan spesifikasi yang diinginkan konsumen. Pengerjaan kustom ini membutuhkan ketelitian tinggi, dengan durasi paling cepat dua bulan hingga satu tahun demi mengutamakan aspek estetika, kenyamanan, dan keselamatan.

Rendy mengungkapkan bahwa motivasi konsumen yang datang cukup beragam. Sekitar 70 persen didorong oleh tren fear of missing out atau FOMO, sementara 30 persen sisanya benar-benar memperhitungkan keunggulan kendaraan listrik yang lebih ekonomis dan irit.

“Kalau di sini, 70 persen itu masih FOMO. 30 persennya itu memang memanfaatkan kelebihannya, lebih ekonomis dan lebih irit,” jelas Rendy.

Menghadapi peralihan musim dan kondisi jalanan, Rendy mengimbau para pemilik motor listrik agar secara berkala memeriksa kondisi kabel, rangkaian kelistrikan, serta konektor untuk mencegah korsleting akibat korosi. Meski kendaraan buatan pabrik umumnya tahan terhadap cipratan air atau genangan dalam batas aman, ia mengingatkan agar kendaraan tidak dibiarkan terendam air dalam waktu lama. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *