MALANG, BERITAKATA.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan peninjauan langsung ke Pasar Mergan di Jalan Raya Langsep, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur pada Jumat (16/10/2026). Sidak ini dilakukan untuk memantau stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta menindaklanjuti instruksi dari pemerintah pusat.
Dalam peninjauan tersebut, Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa secara umum harga sebagian besar bahan pokok di pasaran terpantau stabil dan aman. Namun, terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu, yakni tepung terigu dan cabai.
“Hari ini kami dari TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), sengaja kita sidak di beberapa titik, terutama terkait dengan pengendalian inflasi daerah dan juga termasuk beberapa kejadian-kejadian yang kami diminta turun oleh pemerintah pusat sebagai pengendali inflasi untuk melihat secara langsung di lapangan,” ujar Wahyu pada Jumat (16/10/2026).
Terkait ketersediaan beras, Wahyu memastikan stoknya saat ini sudah tercukupi dengan baik di pasaran meskipun harganya mengalami sedikit penyesuaian. Sementara itu, komoditas tepung terigu mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi, yaitu naik hampir dua kali lipat dari harga normal sebelumnya.
“Pertama, tadi kita melihat dari harga bahan pokok. Harga bahan pokok, tadi kita alhamdulillah, yang dulu pada saat kita turun terkait dengan ketersediaan beras, sekarang sudah tercukupi walau sedikit agak mahal, tapi beras aman, tersedia, tidak ada masalah. Hanya tadi laporan dari tepung saja yang naiknya hampir dua kali lipat, ya. Jadi, rata-rata Rp 7.000, ini bisa sampai dengan sekarang bisa naik sampai dengan seberat-beratnya sampai dengan Rp 13.000, sekarang masih Rp 13.000 harga tepung,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, komoditas pangan penting lainnya seperti minyak goreng dan bawang merah masih berada dalam kondisi normal tanpa ada gejolak harga yang berarti.
Komoditas cabai menjadi sorotan utama dalam sidak kali ini karena mengalami kenaikan harga. Wahyu menjelaskan bahwa harga cabai di pasaran saat ini bergerak antara Rp 55.000 hingga Rp 65.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu oleh momentum hari pasaran tertentu serta meningkatnya permintaan masyarakat akibat banyaknya kegiatan perayaan pernikahan.
“Cabai yang memang harga sedikit tinggi, tadi kita lihat antara Rp 60.000, walaupun kemarin agak sedikit rendah, tapi karena kebetulan hari ini hari Jumat, Jumat legi, ya, jadi harga cabai sedikit naik. Tetapi memang berangsur-angsur cabai ini antara Rp 55.000 sampai dengan Rp 65.000, itu jadi yang harus kita jaga. Dan harga-harga-harganya semuanya relatif normal,” kata Wahyu.
Meski harganya merangkak naik, Wahyu memastikan bahwa pasokan dan ketersediaan stok cabai di pasaran masih sangat aman dan berlimpah. Pasokan di Pasar Mergan sendiri sangat bergantung pada pasokan dari pasar induk yang berada di Gadang.
“Cabai, saya tanya, ‘Oh, selalu berlimpah.’ Ini karena kenapa nih naik? Karena memang pasar, kebetulan Pasar Mergan ini tergantung kepada pasar induk yang ada di Gadang. Tetapi rata-rata masih seperti itu. Intervensi kita lakukan, kemarin sempat turun, kan Rp 55.000. Tetapi ini karena hari Jumat tadi ketemunya Rp 60.000. Mudah-mudahan pada tepat pada hari-hari normal itu bisa kembali Rp 55.000. Karena sekarang ini bulan-bulan pernikahan, karena kegiatan-kegiatan, akhirnya agak sedikit, karena permintaan banyak, jadi agak sedikit,” pungkasnya. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












