MALANG, BERITAKATA.id – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memberikan pernyataan resmi merespon kejadian salah satu mahasiswanya yang melakukan percobaan mengakhiri hidup. Ketua Program Studi (Kaprodi) Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An., membantah narasi liar yang beredar, yakni isu korban tidak lulus kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2Maba), tekanan akademik, hingga adanya perundungan (bullying).
dr. Hanif memastikan bahwa pihak kampus saat ini berfokus pada penanganan korban dan telah berkoordinasi dengan rektorat serta Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
“Secara umum dapat kami sampaikan bahwa kemarin sudah dilakukan tindakan oleh tim dokter dari berbagai spesialis di RSSA. Sudah dilakukan rangkaian operasi, dan kemarin malam sekitar jam 5 operasinya sudah selesai. Saat ini mahasiswa kami dalam perawatan lebih lanjut di ICU,” ungkap dr. Hanif pada Jumat (11/9/2026).
Ia menambahkan, bahwa kondisi korban saat ini terpantau stabil pascaoperasi dan pihak keluarga sudah hadir mendampingi langsung di rumah sakit untuk terus memantau perkembangan medis.
Merespon rumor beredar yang mengaitkan insiden ini dengan kegiatan orientasi mahasiswa, dr. Hanif memastikan informasi tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa korban memang sempat absen dalam kegiatan PK2Maba yang diikutinya, tetapi kewajiban tersebut telah diselesaikan.
“Itu sudah clear, sudah selesai. Yang bersangkutan dinyatakan lulus PK2Maba. Dan tidak ada kaitan apa pun dengan itu, jadi kami tidak melihat ada indikasi insiden ini terkait dengan sesuatu dengan PK2Maba,” tegasnya.
Terkait rekam jejak akademik, mahasiswa semester tiga tersebut tercatat sebagai mahasiswa berprestasi dan jauh dari indikasi kesulitan belajar. Pihak fakultas juga menepis isu adanya tekanan atau perundungan dari senior.
“Tidak ada hal yang mengarah kepada kesulitan maupun tekanan, apalagi dari kakak kelas atau bullying, tidak ada. Kami konfirmasi bahwa beliau dalam kondisi sehari-hari kuliah yang baik, kehadiran baik, prestasi baik. IPK beliau ini 3,8. Jadi bukan anak yang kesulitan dalam akademik,” papar dr. Hanif.
Lebih lanjut, dr. Hanif memaparkan bahwa keseharian korban di kampus sangat positif. Korban tidak menunjukkan tanda-tanda sedang mengalami tekanan psikis berat dan bahkan dikenal aktif membantu mahasiswa di bawah semesternya.
Sistem pendampingan di FK UB juga berjalan dengan baik. Korban tercatat aktif melakukan konsultasi dengan Dosen Penasihat Akademik (DPA), yang merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa di fakultas tersebut. Berdasarkan pantauan pihaknya dari kelancaran konsultasi tersebut, FK UB juga membantah rumor yang menyebutkan adanya persoalan keluarga sebagai pemicu.
Mengenai lokasi kejadian yang justru berada di Gedung Fakultas Pertanian, dr. Hanif mengatakan bahwa pihak FK UB menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap motif sebenarnya.
“Dari pihak kami belum mendapat hasil resmi dari kepolisian mengenai motif, penyebab, dan sebagainya. Semua masih diselidiki oleh kepolisian,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa berinisial R.R. (19) ditemukan dalam kondisi kritis setelah diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 Gedung Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur pada Kamis (10/9/2026). Korban yang diduga merupakan mahasiswa semester 3 Fakultas Kedokteran UB ini kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa kepolisian bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Benar, awalnya anggota piket Reskrim Polsek Lowokwaru menerima laporan pengaduan masyarakat mengenai adanya dugaan percobaan bunuh diri di Gedung Fakultas Pertanian UB. Anggota langsung berangkat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan,” ujar Ipda Lukman Sobikhin saat dikonfirmasi pada Kamis (10/9/2026). (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












