MALANG, BERITAKATA.id – Sebuah rumah di Jalan Sukun Gempol Nomor 23 B, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dilaporkan terbakar pada Senin (7/9/2026) pagi. Insiden ini diduga kuat terjadi akibat kelalaian penghuni rumah yang membiarkan kompor menyala saat memasak air.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan langsung dari pemilik rumah, Tri Muji Husoli, pada pukul 08.14 WIB.
“Mako Pemadam Kebakaran mendapat laporan melalui telepon dari masyarakat bahwa ada kebakaran rumah di Jalan Sukun Gempol. Setelah menerima laporan tersebut, tim kami langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 08.16 WIB,” ujar Pandu saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Pandu menyebutkan, armada pemadam tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.25 WIB dengan waktu tempuh perjalanan sekitar sembilan menit untuk jarak 3,1 kilometer. Operasi pemadaman langsung dilakukan satu menit berselang.
Guna menjinakkan si jago merah, UPT Damkar Kota Malang menerjunkan 10 personel dan tiga unit mobil pemadam, yakni unit Ayaxx, Tangki 05, dan Semut Ireng. Proses pemadaman ini juga didukung oleh jajaran Polresta Malang Kota, PLN, dan Babinsa setempat.
“Setelah sampai di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman dan pemeriksaan titik nyala api. Api diduga kuat berasal dari dapur akibat kelalaian penghuni yang meninggalkan rumah saat memasak air,” kata Pandu.
Lebih lanjut, Pandu memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, api menghanguskan area bangunan seluas 24 meter persegi.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, baik meninggal maupun luka-luka. Namun, untuk kerugian material yang dialami pemilik rumah ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta,” ungkapnya.
Operasi pemadaman dan pendinginan berlangsung selama 45 menit dengan menghabiskan sekitar 6.000 liter air. Seluruh penanganan dinyatakan selesai pada pukul 09.11 WIB.
Sebelum meninggalkan lokasi, petugas Damkar juga memberikan edukasi kepada pemilik rumah dan warga sekitar. Pandu mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
“Setelah proses pendinginan selesai dan area dipastikan aman, tim melakukan edukasi kepada pelapor. Kami mengimbau agar kejadian seperti meninggalkan kompor menyala tidak terulang kembali karena sangat berisiko,” pungkas Pandu.
Setelah memastikan kondisi steril dan aman, seluruh personel dan armada kembali dan tiba di Mako Damkar pada pukul 09.25 WIB. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












