MALANG, BERITAKATA.id – Sebanyak 64 tim dari 20 komunitas se-Malang Raya mengikuti kompetisi adu layang-layang dalam ajang Malang Solidarity Sky Fest (MSSF) 2026. Acara yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini berlangsung di Lapangan Layang-layang Gadang 12B, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Sabtu (8/8/2026).
Ketua Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI) Kota Malang, Mohammad Saiful Hamzah, menjelaskan bahwa kompetisi adu layangan ini dilaksanakan selama dua hari. Para peserta datang dari berbagai wilayah di Malang Raya.
“Ada 64 tim dari sekitar 20 komunitas se-Malang Raya. Pesertanya dari Gondanglegi, Singosari, Malang, dan Batu,” ujar Saiful di lokasi acara.
Saiful mengatakan bahwa permainan layang-layang adalah kegiatan positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Saat ini, olahraga layang-layang juga telah resmi bernaung di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Menurutnya, MSSF 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah regenerasi bagi pelayang mengingat komunitas ini sudah eksis selama puluhan tahun.
“Harapan kami, layangan di Malang Raya ini bisa lestari. Soalnya ini sudah budaya. Sayang kalau sampai hilang, karena di sini banyak pelayang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saiful mengungkapkan bahwa pelayang asal Malang Raya kerap mengikuti berbagai kejuaraan di luar daerah, seperti di Jakarta dan Bandung, serta berhasil mencetak prestasi. Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari pemerintah daerah terhadap para pegiat layang-layang dapat terus ditingkatkan.
Terkait upaya regenerasi, komunitas menjadikan olahraga layang-layang sebagai solusi untuk mengurangi kecanduan gawai pada anak-anak. Saiful merujuk pada tingginya antusiasme saat lomba kategori anak-anak yang pernah diselenggarakan di kawasan Sawojajar.
“Kategori U-12 atau anak SD itu diikuti hampir 100 anak. Ramai dan senang. Ini positif, daripada anak-anak terus bermain HP atau melakukan hal-hal yang kurang baik. Biar main layangan,” jelas Saiful.
Tingginya minat tersebut membuat banyak orang tua sering menanyakan jadwal kompetisi anak-anak selanjutnya. Walaupun kategori anak memerlukan pengawasan dan persiapan yang lebih matang, pihak komunitas tetap berupaya menyediakan ruang kompetisi tersebut.
“Ajakan kami ya untuk melestarikan layang-layang ini. Ada kategori anak-anak supaya orang tua bisa mendukung,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana MSSF 2026, Deny Rahmawan, menekankan bahwa acara ini tidak hanya berfokus pada kompetisi olahraga. Dengan mengusung tema ‘Bersatu di Langit, Melayangkan Kreativitas’, panitia berupaya menyediakan ruang berekspresi yang representatif bagi para peserta.
“Terima kasih kepada para peserta yang telah berpartisipasi. Agenda ini selain menjadi ajang pembibitan dan kompetisi, juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi,” tutup Deny.












