PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kesiapsiagaan menghadapi bencana mulai ditanamkan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo kepada pelajar melalui program Genta Massa (Gerakan Tagana Masuk Sekolah). Edukasi kebencanaan tersebut digelar di MA Nurur Rohmah, Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Rabu (12/8/2026).
Program yang dilaksanakan Dinsos Kabupaten Probolinggo bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) itu bertujuan membangun kesadaran dan kesiapan siswa dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Selain memperoleh materi, para pelajar juga diajak mempraktikkan sejumlah langkah penyelamatan diri dalam situasi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai potensi bencana di Kabupaten Probolinggo, mitigasi sebelum dan saat bencana, prosedur evakuasi mandiri, hingga pengenalan peralatan dasar penanggulangan bencana.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa mengikuti materi dengan antusias dan diberi kesempatan mempraktikkan prosedur keselamatan, termasuk teknik berlindung saat terjadi gempa serta melakukan evakuasi menuju titik kumpul secara tertib.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo, Bekti Dinarwati, mengatakan edukasi kebencanaan penting diberikan kepada pelajar. Menurutnya, kelompok usia sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar bencana, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga keluarga dan masyarakat.
“Melalui Genta Massa ini kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bagaimana menghadapi bencana. Harapannya mereka tidak hanya mengetahui teorinya, tetapi juga mampu melakukan langkah penyelamatan ketika terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
Bekti menjelaskan, Kabupaten Probolinggo memiliki berbagai potensi ancaman bencana sehingga kesiapsiagaan harus dibangun secara berkelanjutan. Edukasi sejak bangku sekolah menjadi salah satu langkah untuk membentuk pelajar yang tanggap dan tidak mudah panik ketika menghadapi keadaan darurat.
“Anak-anak harus dibekali pengetahuan sejak dini. Ketika mereka memahami apa yang harus dilakukan, mereka akan lebih siap dan tidak mudah panik. Pengetahuan tersebut juga bisa dibawa ke rumah dan disampaikan kepada keluarga,” jelasnya.
Menurut Bekti, Genta Massa tidak sebatas mengenalkan berbagai jenis bencana. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun kepedulian sosial, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan bekerja sama dalam menghadapi situasi darurat.
“Yang kita bangun bukan hanya pengetahuan tentang bencana, tetapi juga sikap peduli, disiplin dan kemampuan bekerja sama. Dalam situasi bencana, keselamatan sangat bergantung pada kesiapan dan kemampuan setiap orang mengikuti prosedur yang benar,” tegasnya.
Ia berharap edukasi kebencanaan melalui Genta Massa dapat terus menyasar berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Semakin banyak pelajar yang memahami mitigasi dan prosedur evakuasi, diharapkan semakin kuat pula budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat.
“Tagana akan terus berupaya hadir di sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kebencanaan. Kami ingin lahir generasi muda yang tangguh, sigap dan mampu menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana,” tambahnya.
Melalui program Genta Massa, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan kesiapsiagaan pelajar. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat sekaligus dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. ig/fat












