MALANG, BERITAKATA.id – Menjelang masa angkutan libur Lebaran 2026, Terminal Tipe A Arjosari Malang mulai meningkatkan kesiapan operasional dan keamanan. Mulai Selasa (10/3/2026), pihak terminal resmi berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperketat penjagaan guna memastikan kondusivitas dan keamanan penumpang.
Kepala Terminal Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, mengatakan bahwa persiapan menghadapi lonjakan penumpang Lebaran tahun 2026 ini berfokus pada penambahan jumlah personel di lapangan dan optimalisasi armada.
Untuk pengamanan internal, regu petugas Terminal Arjosari yang biasanya berjumlah 5 hingga 6 orang per hari, kini ditambah menjadi 8 orang per regu dengan adanya perbantuan personel dari Jembatan Timbang Singosari. Selain itu, Terminal Arjosari juga telah bersurat secara resmi untuk meminta bantuan pengamanan dari unsur TNI.
“Insya Allah mulai hari ini mereka (TNI) akan ikut menjaga terminal kami supaya aman, supaya penumpang merasa aman dan nyaman. Kalau personel TNI per harinya dua orang, dibagi dalam dua shift, yakni shift pagi dan malam,” ujar Mega, Selasa (10/3/2026).
Mega menjelaskan, pelibatan TNI ini lebih bersifat mitigasi risiko keamanan. Secara umum, situasi Terminal Arjosari saat ini tergolong kondusif. Namun, kehadiran aparat keamanan dinilai penting untuk menertibkan sejumlah pelanggaran di area terminal, salah satunya adalah juru penumpang atau jupang yang liar.
“Ini kan kami meminta mereka (TNI) untuk memitigasi risiko kami, menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya di pintu keluar, bus-bus masih ada beberapa yang berhenti karena diberhentikan jupang liar. Ketika ada petugas, dia menghilang. Ketika petugas tidak ada, dia muncul menampung penumpang. Nah, teman-teman TNI ini bantu menertibkan mereka,” tegasnya.
Selain aspek keamanan, pihak terminal juga telah berkoordinasi dengan Perusahaan Otobus (PO) untuk mengantisipasi keterlambatan kedatangan armada bus akibat kepadatan lalu lintas di jalan raya. PO diimbau untuk menyiagakan bus cadangan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di terminal.
Terkait pergerakan penumpang, Mega mengungkapkan bahwa hingga saat ini volume penumpang masih dalam kondisi landai, yakni berkisar di angka 3.500 hingga 4.000 penumpang per hari. Peningkatan jumlah penumpang diprediksi baru akan terlihat pada pekan depan seiring dengan dimulainya libur sekolah dan libur nasional Hari Raya Nyepi.
“Prediksi kami mulai minggu depan, tanggal 17-18 itu puncaknya. Karena instansi-instansi sudah libur, libur Nyepi, dan ada yang WFA (Work From Anywhere). Sementara untuk puncak arus balik diprediksi kurang lebih pada tanggal 24, karena besoknya sudah mulai masuk kantor,” jelasnya.
Dalam rangka menjamin keselamatan perjalanan, Terminal Arjosari juga terus mengintensifkan inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check. Berdasarkan laporan terbaru, petugas menemukan dua pelanggaran pada armada Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
“Untuk AKDP ada satu yang kacanya retak karena dilempar di jalur jurusan Banyuwangi sekitar semingguan lalu. Terus untuk yang AKAP ada bannya yang sobek. Itu saya suruh ganti, mau tidak mau harus diganti. Alhamdulillah, tadi pagi saya tanya, sudah diganti,” ungkap Mega.
Kendaraan-kendaraan tersebut diperbolehkan beroperasi kembali dengan catatan perbaikan langsung dilakukan.
Sebagai bentuk pelayanan prima, fasilitas terminal juga terus dijaga pemeliharaannya. Kebersihan ruang tunggu, ruang kesehatan, ruang laktasi, hingga toilet terminal dipantau setiap hari.
Pengawasan keamanan juga dimaksimalkan melalui pantauan CCTV selama 24 jam penuh. Petugas terminal juga secara rutin berpatroli untuk memberikan imbauan langsung kepada para penumpang, terutama terkait barang bawaan dan barang berharga.
“Petugas saya suruh sering keliling dan mengingatkan. Kadang ada penumpang itu ketika mengecas HP ditinggal dan diletakkan begitu saja. Akhirnya ada orang lain yang melihat itu sebagai celah kejahatan. Hal-hal seperti ini yang terus kami pantau,” pungkasnya.












