PAMEKASAN, bERITAKATA.id- Pemerintah Kabupaten Pamekasan berharap kepulangan ribuan jemaah haji tahun ini tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi awal hadirnya energi positif di tengah masyarakat. Sebanyak 1.384 jemaah haji asal Pamekasan didorong untuk membawa nilai-nilai ketakwaan dan keteladanan sosial dalam kehidupan sehari-hari, Sabtu (20/6/2026).
Pesan tersebut disampaikan Pemkab Pamekasan saat menyambut kedatangan para jemaah haji di halaman Masjid Agung Asy-Syuhada. Penyambutan itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang telah menyelesaikan salah satu perjalanan spiritual terbesar dalam kehidupan umat Islam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan Taufikurrachman menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan lengkap. Menurutnya, keberhasilan para jemaah menunaikan ibadah haji merupakan nikmat besar yang patut disyukuri bersama.
“Kita patut bersyukur karena saudara-saudara kita, jemaah haji Kabupaten Pamekasan yang beberapa waktu lalu dilepas untuk menunaikan ibadah haji, hari ini telah kembali berkumpul bersama keluarga di tanah air dalam keadaan sehat tanpa kurang satu apa pun,” ujarnya.
Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Pamekasan, ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah kembali. Ia berharap perjuangan, kesabaran, serta proses panjang selama menjalankan ibadah di Tanah Suci dapat mengantarkan mereka menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.
Menurut Taufikurrachman, nilai utama dari ibadah haji tidak berhenti pada peningkatan kualitas pribadi, tetapi juga harus tercermin melalui kepedulian dan kontribusi sosial.
“Kesalehan individu yang telah dicapai di Tanah Suci harus mampu bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang membawa dampak positif bagi kerukunan, kepedulian, dan kemajuan Kabupaten Pamekasan,” katanya.
Ia menilai, masyarakat yang telah menjalankan ibadah haji memiliki peran penting dalam menjaga suasana kehidupan sosial yang harmonis. Sikap, perilaku, dan keteladanan para jemaah diharapkan dapat menjadi contoh baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pamekasan juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji. Mulai dari petugas pendamping, tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, hingga seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan jemaah.
Sementara itu, Ketua Rombongan Kloter 74 Hasiudin mengungkapkan bahwa pelayanan selama proses ibadah haji berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi kerja para petugas yang menurutnya memberikan pendampingan maksimal kepada para jemaah.
“Mulai dari ketua kloter, pembimbing ibadah, sampai tim kesehatan, semuanya sangat ekstra dalam melayani jemaah. Semua keluhan jemaah hampir tidak ada yang terlewatkan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, perhatian petugas kesehatan menjadi salah satu pelayanan yang paling dirasakan jemaah. Ketika terdapat jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, petugas disebut tidak hanya membantu proses pengantaran, tetapi juga mendampingi hingga mendapat penganan.
“Kalau ada jemaah sakit, petugas bukan hanya mengantar, tetapi sampai menginap mendampingi. Sementara keluarganya tetap bisa melanjutkan ibadah,” ungkapnya.
Meski secara umum pelayanan dinilai baik, Hasiudin menyampaikan masukan terkait menu makanan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, distribusi makanan sudah berjalan sesuai jadwal, namun cita rasa masih perlu disesuaikan dengan karakter lidah jamaah dari berbagai daerah.
“Kalau saran mungkin hanya soal menu makanan. Karena memang bukan selera Madura, terasa kurang garam. Tapi untuk waktu penyajian semuanya sangat tepat waktu,” tandasnya.
Melalui momentum kepulangan jemaah haji tersebut, Pemkab Pamekasan berharap nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama di Tanah Suci dapat terus hidup dalam bentuk kepedulian, persatuan, dan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. ig/an












