MALANG, BERITAKATA.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026, menjadi potret nyata kerukunan umat beragama. Sekitar 100 ribu Nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur disambut hangat oleh komunitas lintas iman, khususnya umat Kristiani yang gerejanya berlokasi di sekitar stadion.
Sejumlah gereja secara proaktif membuka fasilitas mereka untuk mendukung kelancaran acara, mulai dari menyediakan tempat istirahat, logistik, hingga menyesuaikan jadwal peribadatan rutin.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa keterlibatan gereja-gereja di sekitar lokasi sangat strategis dalam membantu mengurai keterbatasan kapasitas stadion. Berdasarkan tinjauannya pada Jumat (6/2/2026), setidaknya terdapat tujuh hingga delapan gereja yang turun tangan membantu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada beberapa gereja, yang telah menyiapkan tempat istirahat, toilet, tempat wudu, tempat salat, serta makanan dan minuman bagi para jemaah,” ujar Wahyu.
Bentuk toleransi konkret ditunjukkan oleh Paroki Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (Gereja Ijen). Romo Kepala Paroki, R.D. Petrus Prihatin, menjelaskan bahwa pihaknya meniadakan sejumlah jadwal Misa Kudus pada Sabtu sore dan Minggu pagi.
Langkah ini diambil agar area gereja dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai lokasi transit peserta Harlah.
“Kami meniadakan beberapa jadwal Misa agar lokasi gereja dan sekitarnya bisa digunakan untuk transit para jemaah yang mengikuti Harlah NU. Gereja juga menyiapkan minum bagi para jemaah sebagai bentuk dukungan dan toleransi kami,” kata Romo Petrus.
Menurutnya, kebijakan ini diterima dengan baik oleh umat paroki sebagai bentuk penghormatan kepada saudara Muslim yang sedang merayakan momen bersejarah.
Solidaritas serupa juga dilakukan oleh Gereja HKBP Malang di Jalan Bromo. Pihak gereja memangkas jadwal kebaktian Minggu yang semula lima kali menjadi dua kali pada sore hari. Selain itu, mereka menyediakan area parkir dan logistik bagi para peserta.
Pdt. Melva menegaskan bahwa keputusan ini didukung penuh oleh jemaat sebagai wujud nyata nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Malang.
“Kami menyediakan snack berupa roti dan air mineral sekitar 250 paket untuk tamu NU yang datang ke Malang. Gereja kami juga terbuka untuk tempat istirahat dan menyediakan area parkir bagi para peserta,” jelas Pendeta HKBP Malang, Pdt. Melva Sitompul. ig/nn












