MALANG, BERITAKATA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mematangkan persiapan teknis menjelang perhelatan akbar Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan yang diprediksi akan dihadiri jemaah dari berbagai daerah ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk menjamin kelancaran acara, mulai dari pengaturan lalu lintas, akomodasi jemaah, hingga pengelolaan sampah.
Ditemui pada Senin (26/1/2026), Wahyu menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah manajemen pergerakan jemaah dan penyiapan lokasi transit atau maktab. Koordinasi dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pengurus Wilayah NU (PWNU), serta Pengurus Cabang NU (PCNU).
“Jadi pada dasarnya kami terus berkoordinasi terutama dengan Forkopimda, dengan PWNU, dan PCNU. Karena kami mempunyai tugas sebagai pelaksana ini bagaimana pergerakan dari jemaahnya yang akan menempati maktab-maktabnya,” ujar Wahyu.
Pemkot Malang juga menggandeng instansi pendidikan untuk kebutuhan tempat sementara bagi para jemaah.
“Koordinasi dengan pendidikan provinsi, kemudian dengan universitas. Karena tempatnya akan dijadikan maktab-maktab, termasuk pergerakan-pergerakan ini kami kontinu dengan Forkopimda. Nanti kita akan terus evaluasi,” jelasnya.
Wahyu optimistis kegiatan ini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Malang, berkaca pada kesuksesan acara serupa di Sidoarjo sebelumnya. Indikator ekonomi ini terlihat dari tingginya okupansi penginapan jelang hari pelaksanaan.
“Wah, itu luar biasa karena saya belajar ke Sidoarjo kemarin. Ini saja sampai saat ini hotel dan lain-lain sudah banyak yang dipesan,” jelas Wahyu.
Menariknya, Wahyu mengungkapkan adanya wujud toleransi yang kuat dalam persiapan acara ini. Sejumlah gereja di wilayah Kota Malang turut berpartisipasi dengan menyediakan tempatnya sebagai lokasi transit bagi jemaah NU.
“Termasuk ada beberapa gereja ya, ada tempat-tempat ini sudah dipesan oleh PCNU-PCNU di Kabupaten Kota Malang. Jadi mereka menempati gereja-gereja tersebut untuk transit. Karena kan kegiatannya mereka banyak istirahat, mandi, dan saya berterima kasih untuk itu,” ungkapnya.
Menyadari besarnya skala kegiatan, Wahyu meminta maaf kepada masyarakat Kota Malang apabila terjadi gangguan lalu lintas selama dua hari pelaksanaan acara. Pemkot Malang berkomitmen untuk meminimalisasi dampak tersebut melalui rekayasa lalu lintas dan kesiagaan petugas.
“Saya hanya menyampaikan mohon maaf dan tentu selama dua hari ini akan berdampak. Ini harus kita lakukan antisipasi, ya kita meminimalisir lah terkait dengan apabila kegiatan tersebut nanti akan berdampak,” tuturnya.
Terkait kebersihan pasca-acara, Wahyu menegaskan telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun tangan. Tidak hanya dinas terkait, seluruh elemen Pemkot Malang diwajibkan bergotong royong menyukseskan acara, mulai dari persiapan hingga pembersihan sampah.
“Oh iya, semua sampah, lalu lintas, kemudian nanti setelah selesainya nanti kita dan semua OPD kita libatkan. Jadi tidak hanya OPD-OPD yang bersifat tertentu tapi sudah saya libatkan, sudah saya minta apel pagi semuanya ini agar mereka betul-betul bisa bergotong royong, kita bersama-sama untuk bisa mensukseskan acara tersebut,” pungkas Wahyu. ig/nn












