PROBOLINGGO, BEEITAKATA.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, turun langsung meninjau sejumlah titik banjir yang kembali melanda wilayah Kecamatan Kraksaan, Rabu (21/1/2026).
Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di Jalan Patemon, Kelurahan Sidomukti, yang terdampak luapan Sungai Kertosono akibat hujan deras sejak sore hari.
Banjir di kawasan tersebut merupakan kejadian berulang. Sebelumnya, luapan Sungai Kertosono juga terjadi pada Sabtu (18/1/2026) di lokasi yang sama.
Ketinggian air bervariasi mulai dari setinggi betis hingga mencapai dada orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga dan fasilitas di sekitarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Ugas Irwanto didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief.
Di lokasi, rombongan melihat langsung halaman Pondok Pesantren Darullughah Wal Karomah 2 yang tergenang air, termasuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang turut terdampak banjir.
Selain itu, area lahan pemakaman di sekitar sungai juga tampak terendam.
Sekda Kabupaten Probolinggo menilai penyebab utama banjir adalah kondisi tanggul sungai yang dinilai sudah tidak memadai.
“Permasalahannya ada pada tanggul sungai yang kurang tinggi. Besok akan kami lakukan asesmen untuk kemudian diusulkan penanganannya ke pemerintah provinsi,” kata Ugas Irwanto di sela-sela peninjauan.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi aliran sungai yang mengalami pendangkalan. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani agar tidak terus memicu banjir berulang.
“Tanah pengairan ini seharusnya ada sela. Ada bangunan atau tanaman yang menghambat aliran air, lalu juga terjadi pendangkalan. Jadi ini akan segera kami normalisasikan,” ujarnya.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap warga terdampak, Ugas Irwanto membagikan nasi bungkus siap saji yang dibeli dari warung terdekat.
Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil karena pendirian dapur umum dinilai tidak memungkinkan dalam waktu singkat.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan guna mengurangi risiko banjir susulan, khususnya di wilayah rawan luapan Sungai Kertosono. ig/fat












