Kecelakaan Masih Terjadi di Jalur Klemuk, Pemkot Batu Sebut Pengendara Kerap Melanggar

Jalur Klemuk di Kota Batu.

BATU, BERITAKATA.id – Kecelakaan di jalur ekstrem Klemuk, Kota Batu, Jawa Timur masih saja terjadi. Meski berbagai langkah pencegahan telah diterapkan, pelanggaran aturan oleh pengendara tetap menjadi kendala utama.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu (2024-2026) Hendry Suseno, mengatakan bahwa penanganan jalur Klemuk menjadi prioritas pemerintah daerah. Pihaknya sebelumnya telah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Polres Batu guna membahas skema pengamanan yang lebih efektif.

“Kecelakaan di Klemuk memang jadi atensi pemerintah karena jalurnya sangat berbahaya. Saya sudah bertemu dengan Kasat Lantas, Waka Polres, hingga Kabag Ops untuk membahas ini,” ujar Hendry pada Rabu (21/1/2026).

Hendry menjelaskan bahwa salah satu solusi jangka panjang yang akan dibawa ke Forum Lalu Lintas adalah perubahan arus kendaraan. Pemkot Batu berencana mengusulkan agar jalur Klemuk hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang melaju dari bawah ke atas (naik).

“Di Forum Lalu Lintas nanti kita libatkan semua unsur, termasuk masyarakat sekitar, Kabupaten Malang, Polsek Pujon, Perhutani, dan Jasa Raharja. Jika disetujui, skemanya satu arah dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah. Kalau dari atas tidak boleh (turun), insyaallah kejadian rem blong bisa diminimalisir,” jelasnya.

Sejauh ini, jalur Klemuk sebenarnya telah diberlakukan penutupan, terutama untuk kendaraan roda empat dari arah atas. Namun, Hendry menyayangkan masih banyaknya pengendara, khususnya roda dua, yang nekat menerobos meski rambu larangan telah terpasang.

“Sebenarnya ditutup total, tapi yang melanggar masih ada saja karena roda dua masih bisa lewat jalur-jalur sempit. Ini yang repot kalau masih ada yang melanggar forbidden,” tegas pria yang baru menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu ini.

Ia menambahkan, Pemkot Batu juga sudah melakukan antisipasi risiko kecelakaan saat libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/ 2026. Kepadatan kendaraan di jalur utama sering kali membuat pengendara mencari jalur alternatif ke Klemuk tanpa memahami medan yang ekstrem.

“Banyak yang tidak tahu medan, apalagi boncengan pakai motor matic. Kemarin ada kejadian tetapi bisa masuk ke jalur penyelamat,” ungkapnya.

Guna menekan angka pelanggaran, Dishub Kota Batu berupaya meningkatkan intensitas operasi gabungan dengan pihak kepolisian. Penindakan hukum berupa tilang akan diperketat agar memberikan efek jera kepada pelanggar.

“Ke depan komitmen kami dengan Polres adalah operasi rutin. Jangan hanya sekali dua kali. Kalau ada tindakan hukum dan sosialisasi masif di media sosial, pelanggar akan takut. Kalau hanya dihalau saja tanpa rutinitas, pelanggaran terus terjadi,” kata Hendry.

Selain tindakan di lapangan, Pemkot Batu juga berencana melakukan koordinasi dengan pihak Google untuk menghapus navigasi jalur turunan Klemuk dari aplikasi peta digital. Langkah ini bertujuan agar pengendara dari arah Pujon diarahkan sepenuhnya melalui jalur Payung yang lebih aman.

“Kita komunikasikan ke Google agar jalur turun ke bawah itu dihilangkan dari aplikasi, sehingga Google tidak mengarahkan ke sana. Perlu komunikasi dua arah dengan Polres dan Diskominfo,” tambahnya.

Terkait kelanjutan teknis di Forum Lalu Lintas, Hendry menyebut bahwa koordinasi akan diteruskan oleh pejabat baru, mengingat adanya transisi kepemimpinan di Dinas Perhubungan Kota Batu.

“Ini sudah akhir Januari, silakan nanti ditanya ke Kadishub yang baru, Pak Herawan. Beliau sebelumnya pernah di Dishub, jadi adaptasinya tidak akan lama karena sudah paham tugas pokok dan fungsinya,” tutup Hendry. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *