Unisma Jadi Tuan Rumah Kick Off Satu Abad NU, Rektor Prof Junaidi: Kami Siap Dukung Penuh

Rektor Unisma, Prof. Junaidi menghadiri kegiatan Kick Off dan Sarasehan Pesantren Kebangsaan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) 1926-2026 di Auditorium Prof. Dr. KH. Tholhah Hasan, Unisma pada Rabu (7/1/2026).

MALANG, BERITAKATA.id – Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi tuan rumah kegiatan Kick Off dan Sarasehan Pesantren Kebangsaan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) 1926-2026. Acara bertajuk “Memperkokoh Jami’yyah Tradisi, Kontribusi dan Mengembangkan Peradaban” ini digelar di Auditorium Prof. Dr. KH. Tholhah Hasan, Unisma pada Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, serta Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita. Turut hadir perwakilan PCNU, jajaran rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), dan pengurus LPTNU se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Rektor Unisma Prof. Junaidi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur atas kepercayaan yang diberikan kepada Unisma. Ia menegaskan bahwa Unisma berkomitmen penuh mendukung untuk menyukseskan seluruh rangkaian acara harlah.

“Beberapa hari yang lalu, pengurus wilayah menghubungi saya untuk menanyakan kesediaan Unisma menjadi tuan rumah. Saya sampaikan siap. Kesiapan itu bukan hanya soal tempat, tapi dengan segala sesuatunya. Untuk Nahdlatul Ulama, Unisma siap melaksanakannya,” ujar Prof. Junaidi pada Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan bahwa dukungan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Unisma terhadap program-program NU di semua tingkatan.

“Sebagai perguruan tinggi NU, Unisma senantiasa berkomitmen mendukung dan menyukseskan program jam’iyyah dari berbagai jenjang, mulai dari dari ranting majelis wakil cabang dari wilayah bahkan hingga pengurus besar Nahdlatul Ulama,” katanya.

Prof. Junaidi menjelaskan bahwa pengembangan Unisma saat ini berpijak pada dua slogan utama sebagai arah gerak institusi. Slogan pertama adalah Unisma dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia, dan yang kedua adalah Unisma Terbang Melesat Menuju World Class University.

“Slogan pertama bertujuan mengingatkan seluruh warga kampus dan masyarakat Nahdliyin bahwa akar keberadaan Unisma lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Sedangkan slogan kedua menguatkan tekad kami untuk menjadikan Unisma sebagai perguruan tinggi berkelas dunia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Junaidi memaparkan sejumlah capaian prestisius yang telah diraih Unisma. Saat ini, Unisma menjadi PTNU pertama yang berhasil meraih akreditasi institusi peringkat Unggul.

Selain itu, ia juga menyampaikan rincian profil akademik Unisma saat ini. Diantaranya, terdapat 38 program studi (prodi) dengan 25 prodi Sarjana, 2 prodi Profesi, 10 prodi Magister, dan 1 prodi Doktor.

Selain itu, untuk akreditasi, lebih dari 50 persen program studi telah terakreditasi Unggul. Kemudian, terdapat 7 program studi telah terakreditasi internasional, yakni oleh lembaga dari Jerman untuk bidang eksakta dan sosial humaniora.

Unisma juga menduduki peringkat 53 PTN-PTS terbaik se-Indonesia tahun 2025. Sedangkan untuk di tingkat global, Unisma menduduki peringkat 173 di Asia Tenggara dan masuk dalam rumpun peringkat 1000+ Asia.

“Kiranya tidak berlebihan jika kami mohon keberkahan doa dan dukungan dari para kiai serta hadirin sekalian agar Unisma semakin besar dan jaya di masa mendatang,” tambahnya.

Sebagai bentuk kontribusi nyata bagi warga NU, Unisma mengalokasikan bantuan pendidikan pada tahun 2026. Prof. Junaidi mengumumkan penyediaan kuota beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) khusus bagi warga Nahdliyin yang berhak.

“Di tahun 2026 ini, kami berkomitmen mengalokasikan sekurang-kurangnya 100 kuota KIP kami untuk warga Nahdliyin yang memang berhak mendapatkan bantuan pembiayaan,” ungkapnya.

Selain itu, Unisma memberikan kado khusus dalam rangka satu abad NU bagi calon mahasiswa baru yang mendaftar pada periode 7 Januari hingga 31 Januari 2026. Unisma memberikan potongan UKT semester pertama sebesar Rp1.926.000 untuk mahasiswa non-Fakultas Kedokteran.

“Angka Rp1.926.000 ini kami ambil dari tahun berdirinya Nahdlatul Ulama, yaitu 1926. Mudah-mudahan kesempatan emas ini bisa dimanfaatkan oleh para hadirin dan warga NU,” kata Prof. Junaidi. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *