PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakorkesda) tahun 2025 di Kraksaan pada Rabu (17/12/2025).
Rakorkesda ini merupakan penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi layanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes, dalam laporannya menekankan bahwa Rakorkesda tahun ini mengusung misi besar untuk mewujudkan layanan kesehatan yang “SAE” (Sinergi, Akseleratif, dan Efektif).
Fokus utama transformasi ini diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui perbaikan sistem kesehatan di tingkat akar rumput.
“Kami terus mendorong transformasi pada enam pilar kesehatan, mulai dari layanan primer, layanan rujukan, hingga sistem ketahanan kesehatan,” ujar dr. Hariawan di hadapan sekitar 350 peserta yang hadir.
Hariawan menggarisbawahi pentingnya integritas pelayanan, merujuk pada inisiasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang tengah diakselerasi di sejumlah Puskesmas, seperti Maron, Sumberasih, dan Leces.
Selain fokus pada infrastruktur, dr. Hariawan juga menyoroti capaian prestasi yang diraih Dinkes di penghujung tahun 2025, termasuk penghargaan Swasti Saba Padapa dan STBM Award. Menurutnya, kesuksesan ini tidak lepas dari kolaborasi antara 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo dengan para direktur rumah sakit dan organisasi profesi kesehatan.
Rakorkesda ini juga membahas agenda strategis lainnya, seperti: Evaluasi Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB): Memperkuat layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara berkelanjutan.
Lalu program Makan Bergizi Gratis (MBG): Melatih penjamah makanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjamin standar layanan gizi masyarakat. Eliminasi TBC 2030: Finalisasi rencana aksi daerah sebagai langkah konkret jangka panjang. ig/fa












