BATU, BERITAKATA.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu menghentikan sementara layanan operasional Angkutan Pelajar (Apel) Gratis mulai 18 Desember 2025. Langkah ini diambil lantaran alokasi anggaran untuk tahun berjalan telah habis.
Selain anggaran habis, penghentian sementara layanan tersebut juga bertepatan dengan libur sekolah Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sehingga diharapkan tidak terlalu berdampak signifikan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Batu, Hari Juni Susanto, mengonfirmasi bahwa layanan tersebut hanya akan beroperasi hingga tanggal 17 Desember 2025.
“Dihentikan karena anggarannya habis. Kebetulan anggaran kita habis tanggal 17 nanti. Jadi, layanan berhenti sementara mulai 18 Desember sampai 31 Desember 2025,” ujar Hari pada Selasa (16/12/2025).
Terkait penghentian operasional ini, ia menyampaikan, bahwa Dishub Kota Batu telah melakukan sosialisasi kepada seluruh pihak yang terlibat agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.
“Sudah disosialisasikan, baik ke sekolah-sekolah, kepada para driver (sopir), maupun pihak koperasi,” tegas Hari.
Saat ini, terdapat 68 armada angkutan yang beroperasi melayani pelajar di Kota Batu. Sistem yang digunakan adalah sewa kendaraan, di mana para pelajar dijemput di titik kumpul (point) yang telah ditentukan berdasarkan kajian awal, kemudian diantar langsung menuju sekolah masing-masing.
Hari Juni memastikan bahwa program angkutan gratis ini akan dilanjutkan kembali pada tahun anggaran 2026. Namun, ia belum dapat memastikan tanggal pasti dimulainya operasional pada bulan Januari mendatang karena harus menunggu proses administrasi kontrak baru.
“Kita anggarkan lagi tahun 2026. Mulainya Januari setelah kontrak selesai. Saya tidak bisa memprediksi tanggalnya (awal atau pertengahan), tergantung nanti anggarannya,” jelasnya.
Selain perpanjangan kontrak, Dishub Kota Batu juga berencana menerapkan pembaruan sistem operasional pada tahun 2026. Hari mengungkapkan akan ada penerapan teknologi absensi berbasis aplikasi dan kartu.
“Tahun depan kita coba pakai aplikasi untuk absensinya. Nanti ada kartu yang kita berikan kepada siswa,” kata Hari.
Secara teknis, kartu tersebut akan digunakan oleh siswa saat menaiki angkutan.
“Nanti di HP supirnya ada aplikasinya, tinggal tap saja,” tambahnya.
Meski mengalami jeda operasional di akhir tahun, Hari menegaskan bahwa program angkutan pelajar gratis ini memiliki dampak yang sangat positif. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi demi keberlanjutan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat tersebut.
Terpisah, Kepala SMPN 1 Kota Batu, Tatik Ismiati mengaku belum mendapat informasi resmi terkait pemberhentian operasional layanan tersebut. Namun, diakuinya bahwa layanan tersebut bermanfaat bagi murid-muridnya.
“Belum dapat kabar mas, tetapi sangat bermanfaat,” kata Tatik. ig/nn












