Religi  

Umat Kristiani di Malang Gelar Natal Bersama 1.037 Anak Panti Asuhan

Kegiatan sosial bertajuk "Perayaan Natal Bersama Anak Panti 2025" di Gedung GPdI Zion Altar, Kota Malang, pada Selasa (9/12/2025).

MALANG, BERITAKATA.id – Suasana penuh sukacita dan kehangatan menyelimuti Gedung GPdI Zion Altar, Kota Malang, pada Selasa (9/12/2025). Umat Kristiani Malang Raya kembali menggelar kegiatan sosial rutin tahunan bertajuk “Perayaan Natal Bersama Anak Panti 2025”.

Acara ini dihadiri oleh 1.037 anak-anak termasuk penyandang disabilitas dari 20 panti asuhan. Jangkauan peserta tidak hanya dari wilayah Malang Raya.

“Mereka datang dari Tulungagung, Sitiarjo (Kabupaten Malang), bahkan kali ini ada yang dari Jawa Tengah dan Yogyakarta,” kata Ketua Panitia Natal Bersama Seribu Anak Panti 2025 se-Malang Raya, Yangi Loekito pada Selasa (9/12/2025).

Seluruh anak yang hadir mendapatkan bingkisan khusus. Turut hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama pejabat lainnya dan tokoh publik yang secara simbolis menyerahkan bingkisan Natal kepada pengasuh anak-anak.

Yangi menyampaikan, selain makanan ringan di dalam goodie bag, tahun ini panitia memberikan kebutuhan yang fungsional bagi anak-anak.

“Tahun ini kita memberikan selimut,” katanya.

Yangi menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “The Christmas Hope”. Tema ini dipilih untuk menegaskan pesan bahwa harapan akan masa depan yang lebih baik senantiasa ada bagi setiap anak.

“Tema Natal kali ini kita mengambil The Christmas Hope yang artinya harapan-harapan Natal. Jadi anak-anak panti ini pun mempunyai harapan masa depan yang lebih baik untuk kehidupan mereka. Itulah janji Tuhan di dalam kehidupan mereka,” ujar Yangi.

Yangi memaparkan, tujuan utama acara ini yaitu ingin memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang sehari-harinya hidup dengan rutinitas sederhana di panti asuhan.

“Tujuan kita adalah untuk menyenangkan dan membahagiakan anak-anak. Karena kalau di panti asuhan, mereka sehari-hari hidupnya biasa-biasa saja. Maka hari ini kita semua ingin menyenangkan hati mereka di momen Natal ini,” jelasnya.

Yangi mengungkapkan bahwa kegiatan sosial ini telah berlangsung selama 32 kali.

“Ini sudah berjalan kali ke-32. Setiap tahun kita adakan, kita hanya berhenti waktu pandemi,” ungkapnya.

Terkait pendanaan, Yangi menjelaskan, bahwa inisiatif kegiatan ini lahir dari kumpulan individu yang memiliki kepedulian sosial, beberapa diantaranya juga didukung oleh donasi dari berbagai pihak.

“Pelayanan kita ini bukan dari pengusaha saja, tapi dari kita yang mempunyai hati untuk memberi bagi anak-anak panti. Dan memang untuk acara ini kita menggalang donasi dari beberapa pengusaha,” terang Yangi.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan beragam penampilan hiburan. Mulai dari singer performance, dance, drama musikal oleh Cici and Friends, hingga khotbah Natal oleh Pdt. Toni Nardi. Sebagai puncak hiburan, panitia menghadirkan bintang tamu Sisca Saras, alumni JKT48, serta Vriego sebagai Worship Leader.

“Kali ini kita mengundang Sisca Saras dari JKT48. Memang setiap tahun kita tidak sama untuk bintang tamu yang diundang. Kebetulan Sisca Saras berkenan hadir dan tidak ada jadwal bepergian,” kata Yangi.

Acara ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah dan aparat setempat. Selain Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, tampak hadir pejabat lainnya serta beberapa kepala OPD Pemkot Malang.

“Tadi ada Wali Kota Malang, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, terus ada Panglima Kostrad ya, dari Kostrad,” katanya.

Kehadiran para tokoh ini diharapkan memperkuat pesan moral acara. Yangi berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak panti asuhan tidak lagi merasa sendiri dalam menjalani hidup.

“Harapan kita yang pertama, agar mereka tidak merasa sendiri. Dengan adanya acara ini, mereka bisa merasa bahwa ada orang-orang yang punya perhatian terhadap kehidupan mereka,” tutur Yangi.

Yangi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras selama berbulan-bulan serta para donatur yang tulus berbagi. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antar denominasi gereja di Malang Raya dalam semangat persatuan.

“Melalui acara ini, panitia berharap setiap anak dapat merasakan kasih Tuhan, mengetahui bahwa mereka tidak berjalan sendirian, dan meyakini bahwa masa depan mereka penuh harapan,” pungkasnya. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *