Kiprah BPPKAD Kabupaten Probolinggo 2025: Lahirkan Inovasi Digital, Kelola Keuangan dengan Efektif dan Transparan

INTEGRITAS Kepala BPPKAD (dua dari kiri) dan pimpinan Bank Jatim menunjukkan naskah pakta integritas elektronifikasi penerimaan pajak retribusi daerah.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo. Berbagai inovasi digital dan pencapaian nasional berhasil diraih, menunjukkan komitmen Pemkab Probolinggo dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan efektif.

NASIONAL Pemkab Probolinggo tembus 7 besar tingkat nasional dan peringkat 1 se-Jatim terkait realisasi APBD 2025.

Inovasi Digital dan Penguatan Aset
BPPKAD meluncurkan aplikasi SAE Asetku, sebuah sistem berbasis website yang memudahkan pengelolaan aset daerah secara digital.

Selain itu, BPPKAD juga menyiapkan uji coba e-BMD dan memastikan seluruh proses pengelolaan aset berjalan lebih efisien dan terbuka.

PANUTAN BPPKAD Kabupaten Probolinggo menggelar Gebyar Panutan Pajak Daerah 2025.

Menurut Kepala BPPKAD Kristiana Ruliani, langkah ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan aset daerah.

Prestasi Nasional dan Penghargaan Pengelolaan Keuangan
Di tahun ini, Kabupaten Probolinggo berhasil masuk tujuh besar nasional dalam realisasi belanja APBD 2025 dan bahkan meraih predikat terbaik pertama se-Jatim.

PROFESIONAL Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo mendukung penuh kebijakan Probolinggo SAE dengan transparan dan akuntabel.

Sekretaris Daerah, Ugas Irwanto, mengungkapkan, realisasi APBD yang mencapai 71,85 persen ini menunjukkan disiplin tinggi dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah. “Prestasi ini juga berpotensi mendapatkan insentif dari pusat,” jelas Ugas.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan keuangan di Probolinggo berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran. Bahkan, untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, Kabupaten Probolinggo meraih opini WTP dari BPK RI, sebuah tanda kepercayaan atas laporan keuangan yang sehat dan akuntabel.

UPDATE Kepala BPPKAD Kristiana Ruliani membuka sosialisasi pemutakhiran SPPT melalui data PTSL, untuk meningkatkan akurasi pajak dan PAD.

Transformasi Digital dalam Pelayanan Pajak dan Retribusi
BPPKAD juga aktif mendorong digitalisasi layanan pajak dan retribusi daerah. Melalui aplikasi SAE Asetku dan elektronifikasi pembayaran retribusi, pemerintah berkomitmen meningkatkan PAD dan mencegah potensi kebocoran.

LAUNCHING BPPKAD meluncurkan aplikasi digital bernama SAE ASETKU, yang dilkukan oleh Bupati Probolingo M. Haris.

Kepala BPPKAD, Kristiana Ruliani, menegaskan, dengan sistem ini, pengelolaan aset, pajak kendaraan, hingga retribusi akan lebih transparan dan efisien.

“Ini langkah nyata mewujudkan good governance berbasis teknologi,” kata Kristiana.

WTP 12 BPPKAD mengantarkan Pemkab Probolinggo meraih opini WTP Ke-12. Opini WTP diterima Bupati Probolinggo Gus Haris.

Selain itu, Pemkab Probolinggo juga menggelar berbagai kegiatan seperti Gebyar Panutan Pajak dan Gerai Kemudahan Layanan Pajak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak tepat waktu.

Tahun ini menjadi periode gemilang bagi BPPKAD Kabupaten Probolinggo. Inovasi digital dan pencapaian prestasi di tingkat nasional menunjukkan bahwa Kabupaten Probolinggo terus memperkuat tata kelola keuangan yang bersih dan transparan.

JUARA Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani menerima penghargaa dari Bupati Probolinggo dan Ketua TP PKK usai menjadi juara fashion on the street.

“Semoga pencapaian ini menjadi modal untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan daerah ke depan,” kata Kristiana Ruliani, Selasa (25/11/2025). ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *