PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Anggaran silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo mencapai Rp 25 miliar untuk tahun 2024.
Angka ini menuai perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Probolinggo yang membidangi pendidikan, Khairul Anam.
Khairul Anam mengatakan, angka silpa sebesar itu menunjukkan adanya masalah dalam perencanaan dan pelaksanaan program di dinas tersebut.
Anam menilai, ada kemungkinan terjadi kesalahan pengelolaan anggaran sehingga dana yang seharusnya bisa digunakan untuk program prioritas justru tidak terserap maksimal.
“Harus ada evaluasi agar silpa sebesar ini tidak terjadi lagi di tahun 2025 dan 2026. Dana itu sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang lebih penting dan langsung menyentuh kebutuhan dunia pendidikan,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Selasa (25/11/2025).
Salah satu hal yang menjadi perhatian Khairul Anam adalah belum adanya kapal penyeberangan khusus bagi guru dan siswa di pulau Gili Ketapang.
Anam menambahkan, di beberapa desa seperti Plaosan, Krucil, para guru harus mendatangi rumah siswa dan membentuk kelompok belajar karena jarak rumah murid ke sekolah yang jauh, bahkan sampai 3 km.
Dia pun menyarankan agar anggaran tersebut bisa dialihkan untuk mendukung transportasi anak-anak sekolah, misalnya dengan menyediakan tambahan ojek khusus sekolah bagi mereka yang jaraknya jauh dari rumah ke sekolah.
Selain itu, Anam mengingatkan, dana itu juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Banyak guru non-ASN di SD yang selama ini mendapatkan honor dari sumbangan orang tua murid melalui komite sekolah.
Dengan adanya dana silpa yang cukup besar, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menambah insentif dan kesejahteraan para guru.
“Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya, agar anggaran yang ada bisa lebih efektif dan benar-benar digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Anam pun berharap, ke depan pengelolaan anggaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa lebih baik lagi, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh para pelajar dan tenaga pendidik di Kabupaten Probolinggo. ig/fa












