Perusahaan di Kabupaten Probolinggo Bersaing di Lomba K3 dan GP2SP 2025, Inilah Para Pemenangnya…

Para pemenang Lomba K3 dan GP2SP 2025 Kabupaten Probolinggo menerima hadiah dan piagam penghargaan.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo bersama Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) sukses menggelar lomba Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Gerakan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif (GP2SP) tahun 2025.

Penyerahan hadiah lomba berlangsung di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/11/2025). Kepala Dinkes dr Hariawan Dwi Tamtomo dan Ketua FKPS hadir dalam penyerahan hadiah tersebut.

Hasil lomba diumumkan dengan penuh semangat. Untuk kategori K3, perusahaan terbaik adalah PT POMI yang meraih juara pertama. Disusul PT Sasa Inti (2), PT Secco Nusantara (3), serta PT Dharma Sukses Niaga dan PT SGN PG Wonolangan sebagai juara harapan.

Sementara itu, lomba GP2SP dimenangkan oleh PT Secco Nusantara sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih oleh IHC RS Wonolangan, dan RS Graha Sehat menempati posisi ketiga.

Selain itu, kategori Responsif K3 diberikan kepada lima perusahaan, yaitu PT YTL Jawa Timur, Kopkar Usaha Bakti, PT SGN PG Gending, PT Mitra Energi Sembilan, dan PT Sinar Biru Cemerlang, yang menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Penyerahan penghargaan ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan perwakilan perusahaan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Probolinggo, Rochman Hidayat, berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terus berinovasi dan berkomitmen mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang sehat dan produktif.

“Kami berharap tahun 2026 semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan kerja dan keberlangsungan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKPS, Syahrudi, menyampaikan harapan agar penghargaan ini memotivasi perusahaan untuk menjadikan tempat kerja yang sehat dan nyaman.

“Tempat kerja yang sehat akan berdampak positif bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” kata Syahrudi, Minggu (23/11/2025).

Penilaian lomba ini didasarkan pada implementasi nyata program-program K3 dan GP2SP di tempat kerja. Aspek utama yang dinilai meliputi kebijakan dan komitmen manajemen, pelaksanaan program, sumber daya manusia, pengelolaan lingkungan kerja, serta fasilitas pendukung seperti ruang laktasi dan toilet higienis.

Selain itu, aspek kesehatan pekerja perempuan juga menjadi fokus penilaian, termasuk pemeriksaan kesehatan berkala, status gizi, fasilitas kesehatan reproduksi, serta kebijakan yang mendukung fleksibilitas waktu kerja bagi pekerja perempuan.

Lomba ini menjadi ajang evaluasi dan motivasi perusahaan untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja serta memperhatikan kesejahteraan pekerja, khususnya pekerja perempuan. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *