Wisata  

Canyoning Seven Lakes di Guyangan Diikuti Peserta dari Mancanegara

Hasna Rahmani Syarifuddin menikmati ketegangan menuruni tebing di Guyangan.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Agenda canyoning dalam rangkaian Seven Lakes di Air Terjun Jaran Goyang, Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo menarik minat peserta dari berbagai daerah termasuk manca negara.

Berlangsung pada Sabtu (15/11/2025), aktivitas menuruni tebing setinggi sekitar 50 meter ini memberikan pengalaman berbeda bagi para pecinta wisata petualangan, sekaligus membuka peluang besar bagi penguatan sport tourism di kawasan Tiris–Krucil.

Peserta canyoning menaklukkan tebing dengan penuh keberanian.

Hasna Rahmani Syarifuddin, peserta asal Kecamatan Kraksaan, mengaku sempat ragu ketika mulai menuruni tebing yang licin, namun rasa takut itu langsung berubah menjadi keseruan luar biasa.

“Di awal itu fine-fine aja, tapi pas sudah mulai turun wah itu kan sudah mulai licin. Wah ini bisa nggak ya, apalagi sering jatuh. Tapi kalau pas udah turun, rasa takut tuh hilang. Seru banget,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan wisata ini tambah ramai dan banyak orang yang tahu. Selain itu, ia berharap agar akses jalan menuju wisata diperbaiki agar bisa lebih mempermudah.

“Dari rate 1/10 saya kasih 1000/10 karena emang seru banget dan sangat direkomwndasikan nih untuk pecinta alam khususnya,” terang Hasna penuh antusias.

Hasna yang awalnya deg-degan akhirnya lega dan bangga bisa menaklukkan tebing Guyangan.

Pengalaman serupa dirasakan Sikin, warga asal Cilacap. Ia menyebut canyoning ini sangat cocok bagi mereka yang ingin mencoba aktivitas petualangan.

“Seru banget, padahal ini baru pertama kali. Mungkin untuk teman-teman yang belum cobain, kayaknya harus nyobain ya soalnya seru banget,” ungkapnya.

Ia berharap aktivitas canyoning di Jaran Goyang dapat terus berkembang dan lebih dikenal masyarakat luas.

“Patut berkembang dan dikenal banyak orang, karena pasti berdampak bagi wisata Probolinggo supaya terkelola dengan baik,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifuddin, turut menunjukkan dukungannya dengan mengantarkan langsung putrinya (Hasna Rahmani Syarifuddin) mengikuti kegiatan tersebut.

Keseruan tebing tebing air terjun Guyangan memberikan sensasi tersendiri bagi Hasna, peserta canyoning Seven Lakes Festival 2025.

Ia menilai Seven Lakes merupakan momentum penting dalam mengenalkan potensi wisata Krucil dan Tiris sampai skala internasional.

“Ini momentum bagaimana semua potensi wisata Tiris–Krucil bisa dikenal dunia luar. Diharapkan spot wisata ini bisa meningkatkan pelayanannya untuk wisatawan,” terangnya.

Hudan menambahkan bahwa Pemkab melalui Diskominfo akan memperkuat infrastruktur digital di destinasi wisata.

“Kami akan bantu dengan kolaborasi dengan Dispopar. Tiap wisata harus punya media sosial masing-masing dan diupload terus menerus sehingga bisa memastikan wisata ini betul-betul ada dan trafiknya semakin baik,” jelasnya.

Dari sisi pelaku wisata, operator canyoning Jeki Wicaksoso menilai Air Terjun Jaran Goyang memiliki karakter yang aman dan unik, bahkan di musim hujan.

Aktivitas dilakukan pada aliran samping yang lebih stabil namun tetap menghasilkan dokumentasi visual yang menarik.

“Guayangan sangat menarik, air terjunnya beda dengan yang lereng Argopuro lainnya. Di musim hujan masih aman karena aktivitasnya tidak di aliran utama,” ujarnya.

Jeki menyebut Seven Lakes memberi dampak signifikan terhadap ekonomi lokal dan pelaku UMKM.

“Alhamdulillah dengan adanya Seven Lakes ini wisata di Krucil dan Tiris sangat terangkat, dan UMKM merasakan dampaknya. Yang ke sini memang siap berwisata dan otomatis mereka bawa uang dan menghabiskan di sini,” tegasnya.

Menurut Jeki, tarif canyoning sebesar Rp350 ribu sudah termasuk makan, snack, minuman, piagam, instruktur, rescue, serta kendaraan trail atau jeep menuju lokasi. Sebelum turun, peserta mendapat penjelasan keselamatan dan simulasi penggunaan seat harness serta helm.

Kegiatan canyoning dibuka setiap akhir pekan dan hari libur, dengan peserta dari berbagai daerah seperti Lumajang, Jember, Banyuwangi, hingga Surabaya, bahkan wisatawan internasional.

“Hari ini ada dua orang dari Australia,” ujarnya.

Ia optimistis canyoning di Jaran Goyang akan semakin diminati.

“Guyangan ini hanya perlu dipoles sedikit, saya yakin bakal ramai. Kami harap Pemkab terus mendukung wisata ini karena tidak kalah dengan yang lain,” ungkapnya.

Selain Air Terjun Jaran Goyang, rangkaian Seven Lakes Festival 2025 juga akan berlanjut ke beberapa lokasi lain seperti Air Terjun Kali Pedati di Desa Kalianan, Air Terjun Bidadari di Desa Krobungan, dan Air Terjun Hyang Darungan. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *