Wali Kota Malang Sambut Sinergi Kalapas Perempuan Baru, Lirik Kolaborasi Program MBG

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat memberikan cinderamata kepada Kalapas Perempuan Malang 2023-2025, Yunengsih.

MALANG, BERITAKATA.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk terus memperkuat sinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas 2A Malang. Sinergi ini difokuskan pada program reintegrasi sosial dan pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Hal ini disampaikan Wahyu Hidayat dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Lapas Perempuan Malang, dari Yunengsih kepada Endang Margiati, Senin (20/10/2025).

Wahyu menekankan, peran Lapas sangat penting, tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai lembaga pembinaan dan pendidikan.

“Hal tersebut membutuhkan sinergi antara Lapas dan pemerintah daerah, terutama dalam program re-integrasi sosial dan pemberdayaan WBP melalui pelatihan keterampilan yang sejalan dengan potensi ekonomi Kota Malang,” kata Wahyu pada Selasa (21/10/2025).

Sebagai bentuk penguatan sinergi, Wahyu mengungkapkan rencana kolaborasi baru. Pemkot Malang melirik Lapas Perempuan Malang untuk menjadi salah satu dapur SPPG dalam memasok program makanan bergizi gratis (MBG).

Rencana ini muncul setelah melihat kualitas manajemen dapur Lapas Perempuan Malang yang dinilai sangat baik, efisien, dan teruji.

“Kami mencoba kerjasama dengan makanan bergizi gratis karena (di Lapas Perempuan Malang) murah, menunya baik, dan selama ini tidak ada keluhan sama sekali,” ungkap Wahyu Hidayat.

Ia menilai, Lapas Perempuan Malang mampu menyediakan makanan berkualitas bagi ratusan warga binaan dengan standar menu yang baik, mencakup buah dan daging, dengan anggaran yang efektif.

“Selama ini (kapasitas) 500 (porsi) tidak ada keluhan. Menunya Rp 19 ribu untuk tiga kali makan, saya lihat bagus-bagus. Kami sudah melakukan pembicaraan awal,” jelasnya.

Selain rencana tersebut, Wahyu mengapresiasi kolaborasi yang sudah berjalan, seperti produksi kecap yang permintaannya tinggi, karya batik, grup band WBP, dan kesenian lainnya.

Kepada Kepala Lapas yang baru, Endang Margiati, Wali Kota Malang menitipkan harapan besar agar pembinaan WBP terus ditingkatkan. Ia meyakini, sinergi yang telah terbangun baik dengan Kalapas sebelumnya, Yunengsih, akan berlanjut dan semakin kuat.

“Koordinasi dengan Kepala Lapas yang lama (Yunengsih) sudah bagus sekali. Saya yakin dengan kepala yang baru bisa akan lebih baik dan bisa meningkatkan (kerjasama) makin baik,” tuturnya.

Kepala Lapas Perempuan Malang yang baru, Endang Margiati, mengatakan kesiapannya untuk melanjutkan dan memperkuat sinergi dengan Pemkot Malang. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah adalah kunci keberhasilan program pembinaan WBP.

“Kami akan melanjutkan kerjasama yang sudah baik ini. Segala kegiatan didukung penuh oleh pemerintah daerah. Kalau tidak, pembinaan di Lapas ini tidak akan jalan,” ujar Endang.

Endang juga menyebut akan fokus pada program ketahanan pangan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, melalui program hidroponik dan peningkatan variasi kegiatan kerja bagi WBP.

Sementara itu, Kalapas Perempuan Malang 2023-2025, Yunengsih, mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa dari Pemkot Malang dan seluruh pemangku kepentingan.

Selama kepemimpinannya, dikatakannya, bahwa Lapas Perempuan Malang dapat mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Berkat dukungan pemerintah kota dan stakeholder, semua program pembinaan maupun kemandirian dapat berjalan baik, menghasilkan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan skill yang bisa diandalkan,” pungkas Yunengsih. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *