Kabupaten Probolinggo Masuk Nominasi STBM Award, Dikunjungi Tim Verifikator Kemenkes RI

Dari kanan, Ketua Tim Verifikator Kemenkes RI, Ikha Purwandari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Juwono Prasetijo Utomo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr Hariawan Dwi Tamtomo.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan menerima kunjungan tim verifikator lapangan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2025, Rabu (25/6/2025).

Penilaian ini menjadi tahap penting dalam proses seleksi penghargaan STBM tingkat nasional yang menempatkan Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu nominasi dari 65 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr Hariawan Dwi Tamtomo memberikan sambutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo menyampaikan bahwa STBM Award merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Kesehatan kepada kabupaten/kota yang dinilai berhasil menerapkan lima pilar STBM secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Hari ini kami kedatangan tim verifikator dari Kemenkes RI untuk menilai kesiapan Kabupaten Probolinggo sebagai calon penerima STBM Award tingkat Pratama. Ini merupakan penghargaan atas komitmen daerah dalam membangun dan menerapkan sanitasi berbasis masyarakat secara konsisten,” ujar Hariawan.

Tim dinas kesehatan dan tim verifikator Kemenkes RI berfoto bersama usai pemaparan kesiapan Kabupaten Probolinggo alam ajang STBM Award TK Pratama.

Dokter Hariawan menjelaskan, proses untuk sampai pada tahap verifikasi ini memerlukan perjalanan panjang. Kabupaten Probolinggo sebelumnya telah mendeklarasikan status Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2024, yang artinya seluruh masyarakat telah terbebas dari praktik buang air besar sembarangan.

“Kami telah menyerahkan berbagai dokumen yang dibutuhkan sebagai bagian dari penilaian administrasi. Prosesnya dilanjutkan dengan telaah dokumen, klarifikasi secara daring, hingga akhirnya kami dinyatakan masuk nominasi. Hari ini adalah tahap verifikasi lapangan oleh tim Kemenkes yang juga didampingi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Tim verifikator dan dinas kesehatan meninjau bank sampah syrai’ah Paiton.

Pencapaian ini menjadi momentum penting untuk terus melakukan pembenahan sanitasi lingkungan secara berkelanjutan.

Masih menurut Hariawan, STBM bukan hanya pencapaian sesaat, tapi harus menjadi gerakan bersama yang terus diperkuat, karena mencakup lima pilar penting.

Yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

Tim verifikator didampingi dinas kesehatan meninjau bank sampah yang terletak di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan..

Sementara itu, Ketua Tim verifikator dari Kementerian Kesehatan RI, Ikha Purwandari, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Kabupaten Probolinggo dalam memenuhi indikator STBM.

“Probolinggo adalah satu dari puluhan kabupaten/kota yang mengajukan penilaian STBM Award, dan menjadi salah satu yang kami verifikasi langsung di lapangan. Tujuan kami di sini adalah memastikan informasi dan data yang disampaikan benar-benar terimplementasi di masyarakat,” ujar Ikha.

Menurut Ika, tim verifikator akan mengumpulkan seluruh hasil pengamatan dan klarifikasi lapangan untuk dibahas lebih lanjut bersama forum penilai pusat di Jakarta.

Tim verifikator dan dinas kesehatan tiba di desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura untuk meninjau lapangan,

“Kami akan melaporkan semua yang kami lihat dan alami hari ini. Kami berharap Probolinggo tidak hanya menjadi penerima STBM Award tingkat Pratama, tetapi juga bisa terus naik kelas ke jenjang berikutnya. Ini tentu bergantung pada keberlanjutan program dan komitmen lintas sektor yang terlibat,” jelasnya.

Dalam proses verifikasi, tim Kemenkes juga didampingi oleh tenaga ahli kesehatan lingkungan serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Rangkaian penilaian dilakukan menyeluruh, mulai dari kunjungan ke lokasi-lokasi intervensi sanitasi hingga wawancara dengan masyarakat. ig/fat/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *