PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melakukan studi referensi ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Selasa (3/12/2024).
Kegiatan ini dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, A’at Kardono.
A’at Kardono menjelaskan bahwa studi banding ke Lumajang dilakukan karena daerah tersebut sudah banyak berinovasi di bidang lingkungan, meskipun pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya serupa.
Dia menambahkan bahwa Lumajang memiliki Indeks Kualitas Lingkungan yang baik, baik dari segi lahan maupun udara, bahkan telah mendapatkan status green dari pemerintah Jawa Timur.
“Tujuan kami melakukan studi banding ke Lumajang adalah untuk meningkatkan Indeks Kebersihan Lingkungan Hidup di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) merupakan salah satu indikator dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Probolinggo tahun 2018-2023. IKLH berfungsi sebagai alat pengukur kondisi kualitas lingkungan hidup di suatu daerah. Komponen yang menjadi acuan dalam perhitungan nilai IKLH meliputi Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Lahan (IKL).
Dalam tahun 2023, nilai IKLH Kabupaten Probolinggo tercatat sebesar 64,14 (kategori: sedang), namun mengalami penurunan menjadi 62,46 pada Semester I tahun 2024, sementara target IKLH tahun 2024 ditetapkan sebesar 62,86.
Pencapaian target IKLH ini juga dilakukan melalui evaluasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap pemerintah daerah, yang diukur melalui Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH). Evaluasi ini didasarkan pada sejumlah program, antara lain:
Program Kali Bersih: untuk pencapaian IKA.
Program Langit Biru: untuk pencapaian IKU.
Program Indonesia Hijau: untuk pencapaian IKL.
Sayangnya, nilai IRLH Kabupaten Probolinggo di tahun 2023 hanya mencapai 37,09, menempatkannya di peringkat 28 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Penurunan nilai ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya persentase pemenuhan data dan bukti dukung terkait dengan program-program tersebut, serta belum terintegrasinya pelaksanaan program di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang pada tahun 2023 telah meraih penghargaan Green Leadership tingkat nasional sebagai pengakuan atas keberhasilannya dalam mengelola lingkungan hidup daerah yang dinilai melalui IRKD tahun 2023.
Dalam kunjungan ini, Kabupaten Probolinggo berharap bisa “ngangsu kaweruh” dan berbagi pengalaman dalam pelaksanaan IKLH serta pemenuhan data dukung IRLH dengan Kabupaten Lumajang. Beberapa fokus yang diharapkan dapat dipelajari meliputi:
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang yang mendukung Program Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Implementasi dari Program Kali Bersih, Langit Biru, dan Indonesia Hijau di Kabupaten Lumajang.
Inovasi yang diterapkan dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Lumajang.
Sinergi dan keterlibatan stakeholder dalam pelaksanaan kinerja pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Lumajang.
Dengan harapan, studi banding ini dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Probolinggo. ig/fa












