Lewat Program TSP, Pj Iwan Kurniawan Ajak Pihak Swasta Berkolaborasi Rehab Gedung Sekolah dan TPS di Kota Malang

Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, Prokopim Pemkot Malang.

MALANG, BERITAKATA.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan getol mengembangkan pola entrepreneurship dalam membangun Kota Malang sejak menjabat pada Agustus 2024. Iwan mengajak pihak swasta dan pelaku usaha berkolaborasi menyelesaikan permasalahan pembangunan di Kota Malang.

Beberapa yang disasar seperti rehabilitasi gedung sekolah rusak dan modernisasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Malang. Iwan menuturkan, gagasan ini tak lepas dari instruksi Mendagri Tito Karnavian kepada para kepala daerah untuk berani berinovasi dan mengembangkan entrepreneurship dalam melakukan pembangunan di daerah.

Sehingga, kepala daerah dalam membangun daerahnya tidak harus sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran daerah.

“Apa yang menjadi instruksi Pak Mendagri, saya analisa, saya cermati, dan tentu menjadi referensi saya untuk berinovasi. Intinya bagaimana pembangunan bisa terlaksana optimal dengan keterlibatan berbagai pihak,” kata Iwan, Minggu (17/11/2024).

Iwan lantas menginisiasi agar program TSP (Tanggungjawab Sosial Perusahaan) yang dimiliki perusahaan untuk dapat membantu proses rehabilitasi gedung sekolah dan tempat pembuangan sampah. Tercatat ada 51 gedung sekolah yang perlu dilakukan perbaikan dengan kategori rusak ringan, sedang dan berat.

Gagasan ini diterima baik para pelaku usaha di Kota Malang. Seperti gedung sekolah SD Negeri Ketawanggede dengan kategori rusak berat resmi direhabilitasi. Selain itu, terdapat 6 TPS juga direhabilitasi seperti di wilayah Purwantoro, Wilis, Tunjungsekar dan lainnya.

Pelaku usaha yang berkontribusi itu diantaranya, Perumahan Citra Garden untuk rehabilitasi gedung SDN Ketawanggede dengan nilai Rp 612.207.001. Kemudian, PT. Wira Bhakti Semesta untuk rehabilitasi TPS Kartini dan Wilis senilai Rp 545.175.000. Juga, PT. Daur Ulang Bumi untuk rehabilitasi TPS Kedungkandang senilai Rp. 282.495.000.

Selanjutnya, CV. Bumi Putra Perkasa untuk rehabilitasi TPS Merjosari senilai Rp. 302.013.000, CV. Ade Karya Utama untuk rehabilitasi TPS Purwantoro senilai Rp 372.500.000. Terakhir, PT. Arta Asia Putra yang akan merehabilitasi TPS di Tunjungsekar dengan nilai Rp. 463.118.000.

Iwan mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kepedulian para pelaku usaha terhadap pembangunan di Kota Malang. Iwan mengatakan keterlibatan pihak swasta sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Kota Malang.

“Tentu saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada para pelaku usaha, sudah berperan aktif mendukung pembangunan di Kota Malang,” katanya.

Iwan juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran perangkat daerah, seperti asisten dan kepala perangkat daerah yang sudah mengkomunikasikan hal ini dengan baik kepada para pelaku usaha sehingga bisa diterima dan diimplementasikan.

Dikatakannya, bahwa rehab sekolah rusak dan modernisasi TPS ini merupakan salah satu dari sebelas program prioritas saya yang sangat membutuhkan peran aktif dari para pelaku usaha.

“Syukur Alhamdulillah kolaborasi ini dapat dilaksanakan dan bisa membantu tugas dari Pemerintah Kota Malang,” katanya.

Iwan menambahkan, kedepannya pola kolaborasi dalam melaksanakan pembangunan dan menuntaskan permasalahan di Kota Malang dapat terus terjalin dengan baik. Kontribusi yang sama tetap diharapkan agar program TSP ini menyelesaikan permasalahan sesuai kebutuhan.

“Kedepan, saya harapkan ini tetap dilakukan, kontribusi TSP ini sangat membantu dan tentu dengan dikoordinir seperti ini, bisa bermanfaat dan menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait dengan intervensi selanjutnya yang dilakukan pihaknya dalam rehabilitasi 51 gedung SD dan SMP serta 57 tempat pembuangan sampah di Kota Malang, Iwan mengatakan sudah menganggarkan nya di APBD Tahun 2025.

“Kami juga informasikan, tidak hanya pembangunan itu dari CSR saja, Alhamdulillah di dalam identifikasi kita 51 sekolah yang rusak dan perlu diintervensi, kami sudah menganggarkan di APBD 2025 sebesar Rp 15 miliar untuk melanjutkan perbaikan sekolah-sekolah rusak dimaksud,” jelasnya.

Kemudian juga dalam hal pengolahan sampah, Iwan berharap kepada kepala dinas terkait dan seluruh jajaran perangkat daerah terus berkolaborasi.

“Nanti manakala saya sudah geser, saya masih punya program di Kemendagri terkait dengan pengolahan sampah yang salah satunya untuk Kota Malang. Bagaimana Kota Malang kita tuntaskan pengolahan sampahnya. Kalau kita lihat Kota Malang sudah baik, sudah bagus. Tapi ada hal-hal yang kecil-kecil, misalnya proses pengolahan sirkulair ekonomiknya yang masih bisa ditingkatkan,” pungkasnya. (PKPM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *