PROBOLINGGO, BERITAKATA.id- Di era Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, Pemkab Probolinggo tidak hanya fokus pada perbaikan jalan. Pada 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadikan rencana pembangunan Jalur Lingkar Utara (JLU) Kraksaan sebagai prioritas pembangunan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra menegaskan, pihaknya serius dan bersiap membangun JLU Kraksaan.
Dengan keberadaan JLU Kraksaan, nantinya kemacetan dan kepadatan kendaraan di jalur tengah Kota Kraksaan di Jl Panglima Sudirman dan sekitarnya akan berkurang. Truk, bus, dan kendaraan berat akan melintasi JLU, bukan jalur di tengah kota.
“Benar pada tahun 2025, kami akan mengadakan studi kelayakan untuk membangun Jalur Lingkar Utara Kraksaan sebagaimana harapan masyarakat sejak lama. JLU Kraksaan menjadi prioritas pembangunan,” kata Hengki, Senin (28/10/2024).
Hengki menjelaskan, untuk studi kelayakan JLU Kraksaan pada tahun 2025 pihaknya menyiapkan anggaran Rp 300 juta.

Dalam perencanaan studi kelayakan, JLU Kraksaan yang akan dibangun di antaranya pada alternatif pertama. Yaitu rute Kecamatan Pajarakan hingga tembus Desa Kebonagung, Kraksaan, sepanjang 6,8 kilometer.
“JLU Kraksaan rute Pajarakan-Kebonagung lebarnya 30 meter, dengan dua arah dan 4 lajur kendaraan,” jelas Hengki.
Pembangunan JLU Kraksaan, diperkirakan membutuhkan biaya ratusan miliar. Rinciannya, pembebasan lahan sebesar Rp 110 miliar, konstruksi jalan Rp 475,5 miliar, dan pembangunan tiga jembatan sebesar Rp 33 miliar.
“Manfaat JLU Kraksaan adalah sebagai jalur alternatif, dan tidak menimbulkan kemacetan di Kraksaan,” pungkas Hengki.
Rencana JLU Kraksaan ini mendapatkan respons dari masyarakat. Salah satunya dari Sodiq, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan.
“Kami menyambut baik rencana itu. Jika JLU Kraksaan dibangun, maka kemacetan di tengah kota berkurang. Jalur tengah Kota Kraksaan selama ini padat dan agak macet karena truk dan bus melintas di jalur tersebut,” kata Sodiq. ig/fa












