PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar berbagai kegiatan meriah yang menampilkan kreativitas dan kearifan lokal.
Dua acara utama yang menjadi sorotan adalah Lomba Vocal Group Lagu "Probolinggo Istimewa" dan Gebyar Merah Putih fashion show batik, bordir, dan payet.
Lomba Vocal Group berlangsung di Ruangan Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, pada Senin (19/8/2023) dan Rabu (21/8/2024). Acara ini dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya lagu "Probolinggo Istimewa" sebagai alat untuk mempromosikan potensi wisata dan kearifan lokal di Probolinggo.
"Lagu kebanggaan ini efektif untuk mempromosikan destinasi wisata lokal, sekaligus mengenalkan potensi kearifan lokal dan cerita sejarah kepada masyarakat luas," kata Ugas.
Lagu "Probolinggo Istimewa" sendiri merupakan karya Dandim 0820, Letkol Arm Heri Budiasto, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Heri merasa bangga dan terkejut melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti lomba ini.
"Harapan kami, tidak hanya wisata yang terpromosikan, tetapi juga generasi mudanya bisa berkembang," ujarnya.
Lomba ini diikuti oleh 58 peserta dari berbagai instansi, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, Polres, Kejaksaan, dan Kodim. Para peserta tampil penuh semangat dan berkompetisi dalam membawakan lagu "Probolinggo Istimewa" dengan penilaian yang mencakup ritme, tempo, interpretasi, artikulasi, ketepatan nada, ekspresi, dinamika, penguasaan panggung, dan koreografi.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto, yang turut hadir di lomba vocal group hari kedua, menyatakan kekagumannya atas antusiasme para peserta dan penonton.
"Antusiasnya luar biasa, termasuk supporternya. Mudah-mudahan semua ASN bisa turut menghafal dan menyanyikan lagu kebanggaan Kabupaten Probolinggo ini," tuturnya.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, Kabupaten Probolinggo tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga mempromosikan potensi wisata dan memberdayakan UMKM lokal. Harapannya, seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN, dapat lebih mencintai dan berkontribusi dalam memajukan Probolinggo.
Sementara itu, pada Sabtu (25/8/2024), di Alun-Alun Kota Kraksaan, digelar Gebyar Merah Putih fashion show batik, bordir, dan payet.
Para peserta 10 terbaik menerima hadiah dari Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto.
Dihadiri oleh Fokropimda, mereka juga turut memeriahkan acara dan tampil di depan catwalk mengenakan busana batik dan bordir terbaiknya.
Acara ini diikuti oleh 61 peserta dari OPD dan camat yang memamerkan pakaian batik terbaiknya di hadapan ribuan masyarakat.
Setiap penampilan disebutkan tempat produksinya sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pemasaran produk lokal.
Gebyar Merah Putih ini bertujuan untuk mengangkat produk UMKM lokal, terutama dari sektor fashion seperti batik, bordir, dan payet.
"Dengan lomba ini, para UMKM, desainer, penjahit, pembatik, dan pembordir akan terangkat dan mendapatkan pasar," ujar Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto.
Acara ini juga diwarnai oleh kehadiran unsur UMKM lainnya, yang dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu produk makanan dan produk fashion.
Ugas berharap bahwa kegiatan ini, yang telah menjadi agenda tahunan, akan terus meningkatkan keterampilan dan pemasaran produk UMKM di Kabupaten Probolinggo. ig/fat












