PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pemkab Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerima bantuan ekskavator, buldoser dan dua unit dump truk senilai Rp 5,8 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Bertempat di ruang pertemuan DLH, Kamis (15/8/2024), Plt Kepala DLH A'at Kardono dan Kepala Satker Pelaksanaan Permukiman Wilayah II Provinsi Jatim pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jatim Kementerian PUPR, Any Virgyani, menandatangani Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Paket Pekerjaan Sarana dan Prasarana Persampahan Kabupaten Probolinggo.
Penandatanganan tersebut disaksikan keluarga besar DLH Kabuaten Probolinggo, perwakilan BPPKAD, Bapelitbangda, BPPW Jatim, PPK Sanitasi, dll.
Plt Kepala DLH A'at Kardono atas nama Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Kementerian PUPR tersebut. Artinya, Pemkab Probolinggo mendapatkan kepercayaan untuk memanfaatkan peralatan bantuan yang diberikan.
"Kami dapat hibah yang sangat berguna bagi kami, utamanya yang berkaitan dengan optimalisasi pengelolaan sampah. Kami memang butuh sarana dan prasarana untuk penanganan sampah saat ini," jelas A'at.
Menurut A'at, dalam kesempatan ini DLH menerima bantuan eksavator, buldoser, dan dua unit dump trek. Bantuan ini akan dimaksimalkan dan dioptimalkan dalam meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah.
DLH dan BPPW Jatim menunjukkan dokumen berita acara penyerahan bantuan peralatan persampahan.
Urusan sampah tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat sendiri. Saat ini masyarakat perlu digugah kesadarannya berkaitan dengan sampah.
"Di jalur Pantura Kabupaten Probolinggo masih ada warga yang seenaknya bikin titik pembuangan sampah. Ini tidak boleh diteruskan," ujar A'at.
A'at berharap, setelah BPPW Jatim menyerahkan bantuan, pada masa berikutnya akan ada lagi bantuan yang bisa diterima DLH Pemkab Probolinggo.
"Mudah-mudahan ada bantuan lagi di masa berikutnya," pungkas A'at.
Dalam sambutannya, Any Virgyani mengatakan pihaknya telah resmi menyerahkan bantuan sarana prasarana persampahan senilai Rp 5,8 miliar yang bersumber dari APBN.
Bantuan alat berat dan dua dump truk, kata Any, bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Probolinggo.
Plt Kepala DLH Kabupaten Probolinggo A'at Kardono (kanan) menyampaikan terima kasih atas bantuan sarana prasaran persampahan kepada Any Virgyani.
"Kami harap bantuan ini dipelihara dan dirawat. Perawatannya sekarang sudah di tangan DLH. Kalau kerusakan mesin, masih ada garansi," tukas Any.
Penandatanganan berita acara juga akan ditindaklanjuti oleh pihak BPPW Jatim, setelah dilakukan acara serah terima tersebut.
"Semoga bantuan sarana dan prasarana persampahan ini bisa meningkatkan kinerja dan pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Probolinggo. Utamanya untuk mendukung wilayah TNBTS," ujar Any.
Di tempat yang sama, Kabid Pengelolaan Sampah DLH Yuwanita Darman mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan bantuan alat berat dan dua dump truk tersebut.
"Untuk ekskavator dan buldoser, sekarang sudah dioperasikan di TPA Seboro. Sedangkan dua dump truk akan dioperasikan untuk memaksimalkan pengangkutan sampah," kata Yuwanita.
Yuwanita menambahkan, dua dump truk pengangkut sampah tersebut juga dikerahkan di wilayah Kecamatan Sukapura tepatnya di kawasan Bromo Tengger Semeru.
Suasana penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan paket pekerjaan sarana prasarana persampahan di aula DLH Kabupaten Probolinggo.
DLH juga akan merawat dan memelihara bantuan tersebut. Selain menyiapkan driver dan operator alat berat DLH juga sudah menganggarkan biaya perawatan alat berat dan dump truk.
"Kami maksimalkan pengelolaan sampah setelah mendapatkan bantuan ini. Mudah-mudahan di tahun berikutnya akan ada lagi bantuan serupa," ujar Yuwanita. ig/fa












