PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Allah menabur rezeki di penjuru bumi, manusia hanya wajib menjemputnya sekuat tenaga.
Kalimat ini yang mencambuk Ainul Jannah, wartawan media online mili.id yang membuka usaha angkringan bernama Angkringan Sulung.
Lokasi angkringannya di sisi timur Sasana Krida, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Inung, panggilan akrab Ainul Jannah, mengatakan, membuka usaha angkringan memang sudah sebuah keinginan sewaktu kuliah, dan belum terwujud waktu itu karena terkendala dengan modal.
Memiliki usaha angkringan sendiri merupakan impian, dan masih bercita-cita mempunyai kafe sendiri untuk meng-upgrade usaha angkringan.
Meski berjualan, Inung sudah mengatur waktu berjualan dengan liputan sebagai wartawan di wilayah Probolinggo.
“Kalo masalah bagi waktu itu, saya baru buka angkringan sekitar pukul 14.30. Dan paling lambat itu pukul 15.00 sudah buka. Pagi sampai jam buka itu saya bisa stay untuk liputan peristiwa kriminal dan lainnya karena masih senggang,” kata Inung, Sabtu (27/7/2024).
Kemudian di sore harinya, Inung menjaga angkringan bersama adik kelasnya. Kalau memang ada tugas liputan ke lapangan, Inung bisa keluar karena sudah ada adik kelas yang jaga. Karena jam sore sampai jam 20.00 malam itu jam rawan peristiwa dan kerap ada acara tak terjadwal.
Inung berharap dengan usaha angkringan ini bisa mengedukasi pera pemuda yang sering kali kebingungan mencari pekerjaan.
“Karena sejatinya lebih baik menciptakan lapangan pekerjaan, dari pada mencari pekerjaan. Membuka lapangan pekerjaan juga bernilai positif,” tukas Inung.
Inung juga senang nongkrong di warung kopi. Setelah penat liputan, paling enak ngopi nongkrong di warung sambil ngetik naskah berita. Tak lazim rasanya jika tidak ngopi. Menu sate telur puyuh, usus, telur, nasi kucing, kopi ijo dan kopi asli, bisa dinikmati di angkringannya.
“Jadi saya berinisiatif untuk bikin tempat tongkrongan semua kalangan, yaitu angkringan. Anak generasi Z oke di angkringan, anak kelahiran tahun 90-an sampai 80-an akan bernostalgia dengan suasana angkringan. Apalagi yang pernah tinggal di Jogjakarta,” pungkas Inung yang juga anggota Pokja Jurnalis Kraksaan.
Ketua Pokja Jurnalis Kraksaan Ahmad Faisol mengapresiasi atas usaha yang dirintis Inung. Ini menjadi inspirasi bagi wartawan lain yang mencari bisnis sampingan.
Atas usaha yang dibangun, Inung tak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tapi mengurangi angka pengangguran dengan membuka lapangan kerja.
Angkringan Sulung di sisi lain juga memperkuat sektor UMKM di Kabupaten Probolinggo.
“Saya sudah kalah selangkah dari Inung. Saya masih dalam tahap rencana, tapi Inung sudah melakukan aksi nyata. Semoga usaha Inung lancar dan berkembang,” ujar Faisol. ig/fa












