PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil membina sekitar 250 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sejak tahun 2015.
Keberhasilan program ini mencapai puncaknya pada Lomba KUBE Berprestasi tingkat Jawa Timur, di mana KUBE yang dibina oleh Dinsos setempat meraih penghargaan yang membanggakan.
Pada tahun 2021, KUBE yang didampingi oleh Dinas Sosial berhasil meraih juara harapan I serta gelar pendamping prestasi KUBE dengan usaha keripik pisangnya di Lomba KUBE Berprestasi tingkat Jawa Timur. Prestasi ini bukanlah hasil kebetulan semata, melainkan buah dari kerja keras dan pembinaan yang berkesinambungan dari pihak terkait.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2023, keberhasilan tersebut terulang kembali. KUBE yang telah dibina dengan baik oleh Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo berhasil meraih juara 1 serta gelar pendamping prestasi KUBE di Lomba KUBE Berprestasi tingkat Jawa Timur melalui usaha meubel.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Aat Kardono menjelaskan, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan kelompok keluarga miskin yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga.
KUBE sendiri ditujukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan. Kriteria KUBE adalah fakir miskin yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memiliki embrio usaha yang mana penerimanya satu orang dalam satu Kartu Keluarga (KK) dan berusia 18 tahun atau sudah menikah.
“Di sini, Dinsos mempunyai peran monitoring dan evaluasi kepada KUBE penerima manfaat dan melakukan asistensi terhadap perkembangan KUBE,” jelas Aat, Rabu (24/4/2024).
Alokasi anggaran KUBE sendiri berasal dari APBD Kabupaten Probolinggo, APBD Pemprov Jatim dan APBN Kementerian Sosial.
Ada berbagai macam usaha di dalam KUBE itu sendiri mulai dari produk makanan, minuman, meubel, pakaian dan masih banyak lagi. Akan tetapi, kebanyakan KUBE yang berjalan adalah keripik dan gorengan.
Untuk pemasaran produk sendiri, KUBE bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan toko retail (Indomaret dan Alfamart).
“Kami melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Harapannya, KUBE ini bisa terus berkembang sehingga bisa menjadi KUBE yang mandiri dan mengangkat perekonomian warga sekitar,” harap Aat. ig/*/fat












