PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Nunung dan Rita kompak mendampingi suami masing-masing, menyalurkan paket olahan daging kepada masyarakat, pada hari raya Idul Adha 1444 H, di Sentong, Krejengan, Kamis (29/6/2023).
Nunung dan Rita berbaur dengan warga dalam acara tersebut. Kedua tokoh wanita ini ambil bagian dalam kegiatan penyaluran berkah kurban. Ya, keduanya adalah istri Plt Bupati dan Sekda.
Diketahui, Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko didampingi Ketua TP PKK Nunung Timbul Prihanjoko secara simbolis menyerahkan berkah kurban berupa paket nasi kotak (olahan daging kurban) kepada masyarakat.
Berkah kurban ini diberikan kepada warga miskin yang masing-masing menerima berupa 1 nasi kotak, 1 sak beras dan 10 nasi kotak untuk tetangganya, untuk balita stunting menerima 1 dus susu formula dan 2 nasi kotak bersama dengan orang tuanya serta balita menyusui dan ibu hamil masing-masing menerima 1 nasi kotak bersama 2 nasi kotak untuk pendampingnya.
Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rita Erik Ugas Irwanto.
Selain menyerahkan simbolis kepada perwakilan warga miskin ekstrim, balita stunting serta ibu menyusui dan hamil beresiko stunting, Prihanjoko dan Sekda Ugas meninjau salah satu rumah warga miskin ekstrim milik Alliya yang berada di atas tanah pengairan.
“Setelah melihat keberadaan 6 rumah warga miskin ekstrim ini nantinya kita akan mencari solusi. Insya Allah ada upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Ini urusan birokrasi yang penting niatnya bagaimana masyarakat itu memperoleh rumah yang layak huni,” kata Prihanjoko.
Menurut Prihanjoko, selama ini Pemerintah Desa Sentong sudah berusaha mencarikan solusi bagaimana supaya masyarakat ini memperoleh rumah yang layak huni. Jadi nantinya akan dilakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk mencarikan solusi yang terbaik.
“Kegiatan hari ini bagaimana bersama-sama untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrim, stunting dan resiko stunting. Harapanya mari bersama-sama untuk bisa mengentaskan kemiskinan ekstrim dan penurunan angka stunting. Tentunya perlu kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan,” tegasnya.
Sementara Camat Krejengan Bambang Heriwahjudi menyampaikan bahwa berkah kurban ini dilakukan dalam rangka untuk mendukung program BUS PATAS (Bersama Untuk Sinergi Loyalitas, Kualitas, Efektifitas dan Tuntas) di Kecamatan Krejengan. Untuk mendukung program berkah kurban ini ada 6 (enam) ekor domba yang dipotong yang berasal dari Plt Bupati, Sekda, Camat Krejengan, Kapolsek Krejengan, Danramil Krejengan dan Kepala Puskesmas Krejengan.
“Domba kurban tersebut selanjutnya dimasak/diolah dulu menjadi 240 porsi yang dibagikan kepada masyarakat yang miskin ekstrim, stunting dan resiko stunting. Alhamdulillah Dinas Kesehatan melengkapi dengan pemberian susu untuk ibu hamil 100 kotak dan ibu menyusui 50 kotak,” ujarnya.
Yudi menjelaskan program berkah kurban ini berawal dari hasil diskusi yang dilakukan oleh Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Cabang Kabupaten Probolinggo. Konsepnya muncul bagaimana Idul Adha ini domba atau kambing itu tidak hanya diberikan berupa daging tetapi dimasak dan diolah dulu.
“Alhamdulillah, konsep ini direspon oleh Plt Bupati dan Bapak Sekda sehingga terlaksana kegiatan hari ini. Mudah-mudahan hewan kurban ini sudah tidak menyusahkan warga yang menerima untuk mencari arang, minyak dan lainnya karena sudah diterima dalam bentuk masakan,” jelasnya.
Menurut Yudi, program ini sifatnya spontanitas. Jadi di momentum Idul Adha ada banyak hikmah yang bisa diambil dari sikap kerendahan hati dan sikap keikhlasan mumpung ada hewan kurban domba yang dikurbankan.
“Kemudian diolah dulu, setelah menjadi makanan yang siap saji dibagikan ke keluarga miskin ekstrim sebagai wujud perhatian kita terhadap keluarga miskin. Serta untuk menambah gizi bagi anak-anak yang stunting, ibu hamil dan ibu menyusui,” tegasnya.
Yudi menegaskan sebetulnya momentum ini juga untuk mendukung program BUS PATAS sebagai perhatian ke masyarakat miskin ekstrim, stunting, ibu hamil dan resiko stunting dengan harapan mudah-mudahan untuk yang akan datang akan lebih baik.
“Kami bersyukur program ini direspon cepat oleh Bapak Plt Bupati dan Bapak Sekda dengan menghubungi Baznas agar ada perhatian kepada warga miskin ekstrim yang rumahnya tidak layak huni. Walaupun secara ketentuan mendirikan RTLH di atas pengairan tidak diperbolehkan tapi nanti kita cari solusi secepatnya,” pungkasnya. ig/fa












