PT Paiton Energy Bangun Sekolah Net Zero Carbon, Dukung Jakarta Menuju Emisi Nol 2050

Bambang Jiwantoro, Head of External Relations PT Paiton Energy.

JAKARTA, BERITAKATA.id – PT Paiton Energy menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berbagai inisiatif yang tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga berfokus pada pengurangan emisi karbon dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

PAITON bErsiNERGY menjadi payung besar bagi seluruh kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bertujuan mempercepat transisi energi menuju sumber yang lebih bersih.

Salah satu inovasi terdepan dari PT Paiton Energy adalah pendirian Sekolah Net Zero Carbon di Jakarta, yang menjadi bagian dari kemitraan dengan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta untuk mewujudkan kota dengan status Net Zero Emission pada tahun 2050.

Program ini berfokus pada dua area utama, Energi Bersih dan Terjangkau (#7) dan Penanganan Perubahan Iklim (#13).

Sekolah-sekolah yang terlibat dalam program ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai contoh nyata dalam penerapan energi terbarukan.

Dengan konsep ini, PT Paiton Energy turut memfasilitasi kota dalam mewujudkan ambisi untuk menurunkan emisi karbon secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang.

Selain itu, program Solar School yang diluncurkan oleh PT Paiton Energy mencerminkan komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada transisi energi terbarukan. Instalasi Rooftop Solar Power Plants (PLTS Atap) di tiga sekolah di Jakarta, yakni SMKN 53, SMKN 54, dan SMAN 70. Menyediakan energi terbarukan dengan kapasitas hingga 10 kW per hari.

Mengurangi Biaya Listrik

Dampak dari program ini sangat besar, baik dari segi pengurangan emisi karbonyang mencapai 0,68 ton per bulan maupun dalam hal penghematan biaya listrik.

Dengan pengurangan biaya listrik ini, sekolah-sekolah dapat mengalokasikan anggaran mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Di sisi lain, program ini juga berperan penting dalam edukasi tentang energi terbarukan kepada siswa dan guru, menjadikannya contoh nyata yang mengintegrasikan tiga pilar SDGs: Pendidikan Berkualitas (#4), Energi Bersih dan Terjangkau (#7), dan Penanganan Perubahan Iklim (#13).

“Konsumsi listrik kami per bulannya sebelum ada ini (PLTS) sekitar 15 juta rupiah. Sekarang terpangkas menjadi sekitar 12 juta rupiah tiap bulanya,” rinci Staf kesiswaan SMKN 54 Jakarta, Mohamad Wafirul Hadi.

Bambang Jiwantoro, Head of External Relations PT Paiton Energy, mengungkapkan bahwa fokus utama dari adanya PLTS itu bukanlah untuk pengurangan biaya listrik.

“Fokus utama bukan sekadar mengurangi biaya listrik, tetapi lebih pada bagaimana energi ke depan dapat berperan lebih besar dalam mendukung keberlanjutan dan efisiensi. Dengan mengembangkan solusi energi terbarukan, PT Paiton Energy berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap pengelolaan energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan,” kata Bambang. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *