Rothschild dan Bisnis Global, Ketua PC GP Anshor Kota Kraksaan: Agama Bukan Pembatas dalam Muamalah

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Peresmian pabrik baru PT Volex Indonesia di Kawasan Industri Sekupang, Batam, mendapatkan berbagai tanggapan dari berbagai kalangan.

Salah satu yang menyoroti adalah Ketua PC GP Anshor Kota Kraksaan, Zen Ubaidillah, yang memberikan pandangan terkait investasi asing di Indonesia, khususnya dari Volex yang dipimpin oleh Nat Rothschild.

Zen Ubaidillah menyatakan bahwa dalam konteks muamalah dan bisnis internasional, agama tidak menjadi pembatas dalam berinteraksi dan bertransaksi.

Menurutnya, sejarah Islam juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW bermuamalah dengan berbagai golongan tanpa memandang agama mereka, baik itu dengan Yahudi, Nasrani, maupun lainnya.

Namun, Zen menekankan bahwa masalah utama dalam investasi internasional saat ini adalah dominasi kapitalisme global.

Menurutnya, kapitalisme dengan kekuatan raksasanya berpotensi mendominasi. Meskipun begitu, Zen juga mengakui bahwa dalam dunia yang semakin global, menutup diri dari perdagangan internasional adalah hal yang tidak realistis dan akan membawa kembali Indonesia pada kondisi ekonomi yang terpuruk seperti di masa lalu, dengan contoh krisis ekonomi tahun 1965 yang menyebabkan hiper inflasi.

Sebagai solusi, Zen mengutip pandangan Gus Dur tentang "modified capitalism" atau kapitalisme yang dimodifikasi. Zen menekankan bahwa kapitalisme yang diterapkan harus memiliki nilai-nilai kemanusiaan, tidak merusak lingkungan, dan harus ramah terhadap ekosistem alam serta manusia.

"Yang penting sekarang itu kalau kita meminjam bahasanya Gus Dur itu modified capitalism. Kapitalisme yang dimodifikasi, kapitalis yang mempunyai nilai-nilai kemanusiaan," jelas Zen, Sabtu (10/8/2024).

Ia menambahkan, modal investasi yang masuk ke Indonesia, seperti yang ditanamkan oleh Volex di Batam, harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan.

“Investasi yang baik adalah investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga peduli terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan,” kata Zen.

Sebagai informasi, dikutip dari www.cnbcindonesia.com, Nathaniel Philip Victor James Rothschild atau Nat Rothschild merupakan anak bungsu dari Nathaniel Charles (Jacob), Lord Rothschild ke-4 (1936-2024) dan Serena Mary, Lady Rothschild (née Dunn) (1935-2024).

Dia merupakan pewaris dari Rothschild yang terkenal sebagai keluarga bankir yang mendirikan berbagai institusi keuangan di Eropa sejak abad ke-18.

Adapun jejak Rothschild di Indonesia sudah lama terlihat. Dia sempat berkongsi dengan Grup Bakrie melalui Bumi Plc pada 2010. Akan tetapi kemesraan keduanya tidak berlangsung lama, karena Rothschild menuduh Bakrie menyelewengkan uang perusahaan. Sebaliknya, Bakrie menuduh Rothschild mencuri data-data perusahaan untuk kepentingan pribadi. 

Kemudian perselisihan itu mulai surut setelahBakrie mengembalikan saham Bumi Plc dan meminta kembali saham Bumi Resources dari Rothschild. Selain menarik kembali saham BUMI, Bakrie juga membeli kembali 84,7% saham BRAU yang dikuasai Bumi Plc. ig/fat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *