Tol Prosiwangi Pangkas Logistik dan Dongkrak Ekonomi Tapal Kuda

Tol Prosiwangi pangkas waktu jarak tempuh Probolinggo-Banyuwangi.

JAKARTA, BERITAKATA.id — Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi atau Prosiwangi Tahap I Ruas Gending-Besuki diproyeksi memangkas waktu tempuh 50% dan menekan biaya logistik komoditas Tapal Kuda, dari pertanian hingga UMKM. Efisiensi itu menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Timur paling timur.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usaha PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi menargetkan ruas 49,68 km ini segera beroperasi penuh setelah seluruh seksi rampung 100% sejak April 2026 dan kini memasuki Uji Laik Fungsi dan Operasi [ULFO].

Efek ekonomi langsung ke komoditas dan pariwisata
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebut tol ini akan menjadi urat nadi komoditas lokal. Akses lebih cepat diharapkan membuka pasar lebih luas bagi produk pertanian, perikanan, dan UMKM yang selama ini terhambat waktu tempuh via jalan nasional.

Dampak waktu tempuh paling signifikan terjadi di dua koridor utama. Perjalanan Probolinggo-Besuki turun dari 2 jam menjadi 1 jam 15 menit. Sementara Probolinggo-Banyuwangi dipangkas dari 5 jam menjadi sekitar 3 jam.

“Pemangkasan waktu itu juga mengunci konektivitas ke Pelabuhan Ketapang, gerbang utama Jawa-Bali. Akses ke kawasan industri Paiton dan destinasi wisata Kawah Ijen, Baluran, Pantai Pasir Putih Situbondo, hingga Banyuwangi dipastikan lebih lancar,” kata Rivan, Kamis (2/7/2026).

Konstruksi selesai, uji operasi jalan
Progres fisik Tol Prosiwangi Tahap I sudah tuntas seluruhnya. Seksi 1 Gending-Kraksaan 12,88 km dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton 11,20 km telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi [SLFO]. Seksi 3 Paiton-Besuki 25,60 km juga 100% mainroad.

Saat ini proyek masuk tahap administrasi akhir dan ULFO untuk memastikan jalan, jembatan, drainase, hingga marka memenuhi standar keselamatan sebelum dibuka resmi.

Urgensi tol ini sebelumnya terlihat saat Lebaran 2026. Pada 13-29 Maret 2026 ruas dibuka fungsional dan melayani 226.028 kendaraan, atau 12% lebih tinggi dari proyeksi 201.407 kendaraan.

Serap tenaga kerja dan tumbuhkan ekosistem baru
Selain logistik, Jasa Marga mencatat efek domino ekonomi di sepanjang jalur. Pembangunan rest area, hotel, dan fasilitas umum di sekitar interchange telah menyerap ratusan tenaga kerja lokal dengan prioritas warga sekitar.

“Proyek ini melengkapi rantai tol dari Jakarta hingga ujung timur Jawa. Kami berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan di setiap lajur yang dilalui masyarakat,” kata Rivan.

Tol Prosiwangi merupakan Proyek Strategis Nasional. Pemerintah menargetkan tol ini meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional, mempercepat arus barang dan jasa, serta memperluas peluang investasi di Pulau Jawa. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *