PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Kepala Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Siti Suryanti berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warganya, terutama ibu hamil dan balita, guna mencegah stunting.
Berkat program-program kesehatan yang komprehensif, Desa Jatisari berhasil mencatatkan nol kasus stunting pada tahun 2023 dan 2024.
Dalam upaya mencegah stunting, ia meminta posyandu untuk mengontrol secara rutin kesehatan ibu hamil, memberikan vitamin, serta edukasi yang diperlukan.
Posyandu juga mengadakan program USG yang dibiayai oleh desa untuk warga kurang mampu, sementara warga yang mampu diharapkan melakukan USG secara mandiri.
“Langkah ini memastikan bahwa semua ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan yang memadai dan tepat waktu, sehingga dapat mencegah terjadinya stunting sejak dini,” terang Kades Jatisari, Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Siti Suryanti.
Selain itu, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita juga dilaksanakan secara rutin melalui posyandu yang tersebar di semua dusun di Desa Jatisari.
PMT ini dirancang untuk memastikan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, yang sangat penting dalam fase pertumbuhan mereka.
"Kami sangat fokus pada pencegahan stunting dengan memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh kepada ibu hamil dan balita. Dengan kontrol kesehatan, pemberian vitamin, edukasi, serta PMT yang rutin, kami memastikan bahwa anak-anak di Desa Jatisari tumbuh sehat dan optimal," ujar Siti Suryanti.
Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada kasus stunting yang dilaporkan di Desa Jatisari. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program-program kesehatan yang dijalankan desa telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi warganya.
Diketahui, di Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, terdapat 380 balita untuk tahun 2024. ig/fat/fa












