MALANG, BERITAKATA.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang merilis data mengenai tingginya intensitas musibah kebakaran di wilayah setempat. Sepanjang triwulan ketiga tahun 2026, terhitung dari bulan Juli hingga September, instansi tersebut telah menangani sebanyak 116 peristiwa kebakaran.
Dari total keseluruhan insiden yang tercatat, kebakaran pada area lahan kosong mendominasi daftar objek yang terbakar dengan jumlah mencapai 74 kejadian atau setara dengan 64 persen.
Berdasarkan data UPT Damkar Kota Malang, rincian objek kebakaran lainnya meliputi Fasilitas umum 16 kejadian (14 persen), Rumah dan permukiman warga 10 kejadian (9 persen), Bangunan pertokoan 3 kejadian (3 persen), dan Gudang 3 kejadian (3 persen).
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa lonjakan insiden kebakaran paling signifikan terjadi pada bulan September 2026. Kondisi cuaca panas yang ekstrem serta lingkungan yang mengering menjadi faktor pemicu utama.
“Selama bulan September, terjadi sebanyak 66 kebakaran. Dan di bulan tersebut, merupakan puncak musim kemarau dengan kondisi lahan yang sangat kering sehingga rawan terjadi kebakaran,” ujar Pandu pada Senin (12/10/2026).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sebagian besar kebakaran diakibatkan oleh faktor kelalaian manusia atau kesengajaan. Aktivitas seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok secara sembarangan menduduki urutan teratas penyebab kebakaran, disusul oleh rambatan api liar serta korsleting pada instalasi kelistrikan bangunan.
Secara administratif, persebaran kasus kebakaran di Kota Malang merata di seluruh kecamatan. Wilayah Kecamatan Kedungkandang tercatat sebagai daerah dengan jumlah kejadian tertinggi.
Sebaran kasus kebakaran berdasarkan wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Kedungkandang 34 kejadian, Kecamatan Lowokwaru 33 kejadian, Kecamatan Sukun 24 kejadian, Kecamatan Blimbing 16 kejadian, dan Kecamatan Klojen 8 kejadian.
Dampak dari rangkaian musibah kebakaran tersebut menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Total kerugian materiil selama triwulan ketiga 2026 ditaksir menyentuh angka Rp 2,16 miliar. Selain kerugian harta benda, insiden ini juga menelan korban jiwa, yakni satu orang meninggal dunia serta enam orang mengalami luka-luka akibat luka bakar.
Dari total 116 kejadian yang ditangani, pihak Damkar mencatat beberapa peristiwa kebakaran berskala besar yang sempat menyita perhatian publik sepanjang bulan September 2026.
Diantaranya seperti kebakaran pada bangunan Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) pada Rabu sore, 9 September 2026. Kebakaran yang melanda gudang perpustakaan serta ruang kesenian di SMPN 7 Kota Malang pada Minggu siang, 20 September 2026. Dan, kebakaran kawasan kompleks ruko di Jalan Raya Tidar pada hari Selasa, 22 September 2026.
Mengingat potensi bahaya yang masih mengintai di tengah kondisi puncak musim kemarau, Pandu mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk menghentikan kebiasaan menyalakan api maupun membakar sampah di ruang terbuka tanpa pengawasan ketat.
“Apabila melakukan kegiatan bakar-bakar sampah, pastikan ditunggu hingga padam dan jangan langsung ditinggal. Saat ini kemarau dan anginnya cukup kencang, bara api bisa terbang ke lahan kosong yang kering dan berpotensi menyebabkan kebakaran meluas,” tegas Pandu. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












