Gol Dianulir VAR, Arema FC Ditahan Imbang Persik Kediri 1-1 di Stadion Kanjuruhan

Laga derby Jawa Timur mempertemukan Arema FC melawan Persik Kediri dalam lanjutan kompetisi Super League 2026/2027 berakhir imbang dengan skor 1-1. Sumber foto: Taufik/ Deli

MALANG, BERITAKATA.id – Laga derby Jawa Timur mempertemukan Arema FC melawan Persik Kediri dalam lanjutan kompetisi Super League 2026/2027 berakhir imbang dengan skor 1-1. Pertandingan ini berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Jumat (18/9/2026).

Tampil di hadapan 4.084 pendukungnya yang hadir langsung di stadion, skuat Singo Edan harus puas berbagi angka setelah sebuah gol telat dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR). Tim tamu, Persik Kediri, langsung mengejutkan tuan rumah lewat gol cepat pada menit ke-6. Zanadin Fariz melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti dengan memanfaatkan bola liar (rebound) hasil tendangan pojok.

Sepanjang babak pertama, kiper Arema FC, Adi Satryo, tampil gemilang dengan berjibaku melakukan sejumlah penyelamatan penting. Usaha tuan rumah menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil pada menit ke-30. Pemain asal Brasil, Raianderson Da Costa Morais atau yang akrab disapa Careca, sukses mengeksekusi tendangan penalti. Penalti ini diberikan setelah Arkhan Fikri dilanggar oleh pemain Persik Kediri di dalam kotak area terlarang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Arema FC tampil lebih agresif. Pada menit ke-56, tendangan jarak jauh Marcos Vinicius Silvestre Gaspar nyaris berbuah gol, namun bola hanya membentur mistar atas gawang Persik Kediri. Untuk menambah daya gedor, pelatih Arema FC, Marcos Santos, memasukkan pemain dari bangku cadangan pada menit ke-57 yakni Alfeandra Dewangga bersama rekrutan baru asal Nigeria, Samuel Otusanya.

Arema FC beberapa kali menciptakan peluang di babak kedua, puncaknya pada menit ke-86. Alisson Moreira Farias Maia (Maia) berhasil menjebol gawang Persik Kediri. Namun, setelah wasit melakukan pengecekan VAR, gol tersebut dianulir karena dinilai telah terjadi offside. Meski ada tambahan waktu selama empat menit, Arema FC tidak mampu mencetak gol tambahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Menanggapi hasil ini, Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui pertandingan berjalan sangat ketat.

“Pertandingan yang sangat keras, ini adalah laga derby. Kami kebobolan terlebih dahulu di babak pertama,” ujar Marcos Santos usai pertandingan, Jumat (18/9/2026).

Pelatih asal Brasil ini menilai timnya merespon dengan baik instruksi di ruang ganti, dan pada babak kedua Arema FC tampil lebih agresif.

“Tapi di babak kedua, kami berbicara dengan para pemain dan memperbaiki masalah tersebut, sehingga babak kedua kami bermain jauh lebih baik. Arema layak mendapatkan babak kedua itu. Kami menciptakan banyak peluang, yang satu membentur tiang dan bisa saja masuk. Yang satu lagi Maia mencetak gol tapi offside,” ungkapnya.

“Sekali lagi, ini derby, ini sulit dan keras. Kami ingin memberikan kemenangan ini untuk Aremania, tapi hari ini belum rezekinya, jadi kami akan terus bekerja, berkembang, dan semoga pertandingan berikutnya kami bisa meraih tiga poin,” tambah Marcos.

Saat diminta memberikan skor penilaian performa tim dari skala 0 hingga 100, Marcos menolak memberikan angka spesifik karena tingginya tensi usai pertandingan.

“Sangat sulit untuk memberikan angka atau skor penilaian di saat tensi masih tinggi tepat setelah pertandingan. Karena di laga ini mereka mencetak gol 1-0, lalu kami menyamakan 1-1, dan kami mulai menciptakan banyak peluang di babak kedua yang bisa saja memberi kami kemenangan. Namun sekali lagi, ini pertandingan yang sulit,” tegasnya.

Secara khusus, Marcos Santos juga memberikan perhatian terhadap debut Samuel Otusanya. Ia menyebut penyerang anyar tersebut menunjukkan daya juang yang baik meski kondisi fisiknya belum maksimal.

“Mengenai Otusanya, dia belum 100 persen kondisinya karena baru dua kali latihan bersama kami. Dia bisa bermain sebagai winger masuk dari lini tengah. Meskipun belum 100 persen, dia memberikan yang terbaik, tidak berhenti bertarung, mencari bola, dan membuat pergerakan yang bagus. Dia akan terus berkembang,” tutup Marcos. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *