PAMEKASAN, BERITAKATA.id- Harga beras medium di sejumlah wilayah Madura masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan rata-rata di kisaran Rp13.000 per kilogram. Kondisi tersebut berjalan seiring dengan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang hingga kini telah mencapai 3.689 ton atau 102,24 persen dari target yang ditetapkan, Senin (24/8/2026).
Capaian penyaluran yang telah melewati target tersebut menjadi salah satu indikator tingginya kebutuhan masyarakat terhadap beras SPHP. Di sisi lain, ketersediaan pasokan yang tetap dijaga turut membantu menahan harga beras medium agar tidak bergerak melewati batas HET sebesar Rp13.500 per kilogram.
Pemimpin Cabang Perum BULOG Madura, Cak Abbas, mengatakan penyaluran SPHP tidak berhenti meski target yang ditetapkan telah terlampaui.
“Walaupun target sudah terlampaui, kami tidak akan berhenti. SPHP akan terus kami lanjutkan sampai akhir tahun. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras,” ujar Cak Abbas.
Menurutnya, realisasi hingga 102,24 persen tersebut tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan banyak pihak. Penyaluran beras SPHP di Madura berjalan dengan dukungan pemerintah daerah, Satgas Pangan, TNI/Polri, pedagang pasar, mitra penyalur hingga masyarakat.
Cak Abbas menyebut tingginya penyerapan juga memperlihatkan bahwa beras SPHP cukup diterima masyarakat. Beras tersebut menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan beras medium dengan harga yang lebih terjangkau.
“Capaian 102,24 persen ini bukan semata-mata keberhasilan BULOG Madura. Ini merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah daerah, Satgas Pangan, TNI/Polri, pedagang pasar, mitra penyalur, dan tentunya masyarakat Madura yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap program SPHP,” katanya.
Ia menjelaskan, menjaga harga beras bukan hanya persoalan menekan harga di tingkat konsumen. Ketersediaan pasokan juga menjadi bagian penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga tidak mudah terdorong naik.
“SPHP bukan hanya berbicara mengenai penjualan beras. Lebih dari itu, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga. Ketika pasokan tersedia dan harga terkendali, daya beli masyarakat juga dapat lebih terjaga,” jelasnya.
Dengan harga beras medium yang masih berada di bawah HET dan penyaluran SPHP yang terus berjalan, BULOG Madura memastikan stok yang tersedia masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.
Program SPHP pun akan tetap dilanjutkan sampai penghujung tahun. Selain menjaga keterjangkauan harga, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan stabilitas pangan dan membantu pengendalian inflasi di wilayah Madura. ig/an












