Viral Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa UB Saat Magang, Wakil Rektor: Coba Saya Pelajari Dulu

Foto ilustrasi seorang pria ketakutan ketika dilihat teman-teman perempuannya.

MALANG, BERITAKATA.id – Pihak Universitas Brawijaya (UB) buka suara menanggapi viralnya informasi di media sosial mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu mahasiswanya berinisial AGF. Peristiwa tersebut diduga terjadi saat AGF sedang menjalani program magang bersama sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri lainnya pada periode 1 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Menanggapi kabar yang beredar luas ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Brawijaya, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., mengaku baru mengetahui informasi tersebut. Pihak kampus saat ini akan mendalami dugaan kasus pelecehan yang menyeret mahasiswanya.

“Lho, saya kok belum dengar ada peristiwa seperti itu. Coba saya pelajari dulu,” ujar Setiawan secara singkat saat dimintai konfirmasi pada Senin (24/8/2026).

Berdasarkan kronologi yang beredar viral di media sosial, AGF diduga merupakan mahasiswa Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan UB angkatan 2023. Kasus ini mencuat ke publik usai sejumlah rekan magangnya mengungkap serangkaian perilaku tidak pantas AGF.

Salah satu sorotan utama dalam dugaan pelecehan ini adalah kontak fisik berlebihan yang dibalut sebagai candaan. Keterangan dari korban dan saksi menyebutkan bahwa AGF pernah melakukan tindakan seperti berbaring di paha, mencubit tubuh, hingga mendekatkan atau menempelkan tubuhnya secara berlebihan kepada korban.

Tindakan tersebut membuat sejumlah mahasiswi rekan magangnya, khususnya yang berasal dari perguruan tinggi lainnya merasa sangat tidak nyaman. AGF dikabarkan telah berulang kali ditegur agar menghentikan tindakan yang melewati batas kenyamanan itu. Namun, saksi menyebut teguran tersebut diabaikan dan perbuatan serupa terus terulang.

Selain kontak fisik, kecurigaan rekan-rekan magang berujung pada penemuan mengejutkan di ponsel milik AGF. Para mahasiswa magang, yang tinggal bersama di satu rumah kontrakan demi alasan keamanan, awalnya menaruh curiga karena AGF kerap menghabiskan waktu terlalu lama di kamar mandi (yang digunakan untuk bersama), termasuk pada dini hari, dan pernah kedapatan melakukan panggilan video (video call) bermuatan seksual di fasilitas kantor.

Saat ponsel AGF diperiksa dalam sebuah forum klarifikasi internal, para penghuni kontrakan menemukan galeri tersembunyi. Folder tersebut diduga berisi sekitar 900 dokumen berupa foto, video, rekaman panggilan video, dan dokumentasi lain yang diduga bermuatan seksual.

Di antara ratusan dokumentasi tersebut, terdapat banyak foto mahasiswi UB serta perguruan tinggi lainnya yang diduga kuat diambil secara diam-diam dan tanpa persetujuan pihak yang terekam. Dokumen-dokumen ini bahkan disebut tergolong baru karena diambil selama masa magang.

Menjelang berakhirnya program magang, para mahasiswa mendesak AGF dalam sebuah forum internal. Pada kesempatan itu, AGF mengakui adanya tindakan tidak etis terkait dokumentasi rahasia tersebut. Dalam postingan tersebut, dijelaskan bahwa pihak instansi tempat magang juga telah menjatuhkan sanksi serius kepada AGF serta menetapkan langkah evaluasi keberlanjutan program guna mencegah kejadian serupa.

Meski telah mendapat sanksi dari tempat magang, AGF diduga menolak desakan para saksi untuk membuat video klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka di media sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban moral. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *